Pemkot Bandung Mampu Pertahankan Kota Layak Anak Predikat Nindya, Pacu Menuju Utama

Pemkot Bandung berhasil mempertahankan predikat Kota Layak Anak dengan kategori Nindya. Selain mempertahankan, nilai Kota Bandung alami peningkatan

Pemkot Bandung Mampu Pertahankan Kota Layak Anak Predikat Nindya, Pacu Menuju Utama
TRIBUN JABAR/TIAH SM
Wali Kota Bandung Oded M Danial, Ketua Tim Forum Bandung Sehat Siti Muntamah, dan warga Kecamatan Kiaracondong mendeklarasikan satu rumah, satu juru pemantau jentik (Jumantik) di kantor Kecamatan Kiaracondong, Jumat (7/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.iD, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berhasil mempertahankan predikat Kota layak anak dengan kategori Nindya. Selain mempertahankan predikat, nilai Kota Bandung mengalami peningkatan.

Kepala Seksi Pemenuhan Hak Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM), Iip Saripudin mengatakan, kenaikan skor ini menjadi pemicu semangat agar bisa terus mengejar penghargaan Kota Layak Anak dengan kategori Utama.

“Tahun 2018 skor kita 707, sekarang skornya 740. Kita msih mempertahankan kategori Nindya penghargaannya nanti 23 Juli di Makassar. Kami berusaha agar bisa menjadi kategori utama itu skornya harus di atas 800,” kata Iip di Taman Sejarah, Jalan Aceh, Bandung, Kamis (18/7/2019).

Iip menuturkan, tantangan yang harus dihadapi oleh Kota Bandung untuk meraih kategori utama yakni membersihkan keberadaan anak jalanan. Selain itu, meminimalisir iklan produk rokok di area publik.

“Hal yang menjadi catatan itu iklan rokok dan anak jalanan. Karena iklan rokok masih banyak. Pada saat penilaian tim penilai tiba di stasiun melihat anak jalanan yang berkeliaran,” ujarnya.

Ini Para Pejabat Disdik Kota Bandung yang Dimutasi, dari Sekdis hingga Kepala Sekolah SD

Iip melanjutkan, Kota Bandung sangat konsen dalam mengurusi masalah anak. Apalagi setelah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang penyelenggaraan Perlindungan Anak.

“Sekarang tinggal mengimplementasikan Perda tersebut. Karena anak itu adalah masa depan bangsa. Apalagi sepertiga jumlah penduduk dunia itu adalah anak-anak termasuk di Kota Bandung juga sama. Jadi begitu banyaknya jadi perlu kita perhatikan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Penggerak PKK, Siti Muntamah Oded yang sekaligus menjadi Ketua Forum Bandung Sehat (FBS) mengatakan sudah menyiapkan banyak program baik untuk anak maupun orang tua.

Permasalahnnya, perempuan yang akrab disapa Umi Oded ini mengatakan, tak sedikit juga anak jalanan justru berasal dari luar Kota Bandung.

“Ini perlu komitmen, di Kota Bandung banyak pendatang dan kadang-kadang itu musiman juga. Makanya saya mohon ketika masyarakat melihat anak jalanan segera menghubungi Dinsosnangkis (Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan),” pinta Umi.

Stadion GBLA Ramai Disebut Tak Terawat, Begini Tanggapan Wakil Wali Kota Bandung

Umi akan terus memperjuangkan pemenuhan hak anak. Hal ini sebagai upaya untuk menekan agar anak tidak memilih turun berkeliaran di jalanan.

“Ada empat hak dasar anak yang harus terpenuhi. Pertama hidup secara layak dan bahagia, kedua tumbuh kembang. Ketiga hak perlindungan yang baik dan terakhir adalah hak aspirasi dan partisipasi. Empat hak anak ini harus terpenuhi secara terintegrasi,” katanya.

Umi mengatakan walau sudah meraih predikat anak tapi di Kota Bandung masih ada 51.000 anak yang rawan kekurangan gizi sehingga anak nya lemas , malas bergerak malas belajar karena asupan makanan kurang bergizi.

"Kebiasaan orang tua memberi anak cepat saji tak memikirkan kesehatan anak sehingga anak-anak kurang bergairah, kurang gizi bukan tidak mampu tapi orang tua yang malas beri makan anak sayuran," ujar Umi. (tiah sm)

Penulis: Tiah SM
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved