Banyak Lulusan SMK di Jabar yang Menganggur, Satu Penyebabnya karena Nilai Matematikanya Rendah

Tingginya angka pengangguran di kalangan lulusan SMK di Jawa Barat disebabkan oleh rendahnya nilai kelulusan mata pelajaran matematika

Banyak Lulusan SMK di Jabar yang Menganggur, Satu Penyebabnya karena Nilai Matematikanya Rendah
kingbet.net /tribunnews.com
Ilustrasi: Matematika 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tingginya angka pengangguran di kalangan lulusan SMK di Jawa Barat disebabkan oleh rendahnya nilai kelulusan mata pelajaran matematika yang mereka miliki.

Akhirnya, mereka kalah bersaing dengan lulusan SMK dari Jawa Tengah atau Jawa Timur.

Sekretaris Komisi 5 DPRD Provinsi Jawa Barat, Abdul Hadi Wijaya, mengatakan fakta tersebut diperoleh pihaknya setelah menelurusi fenomena tersebut ke sejumlah perusahaan di Jawa Barat.

Setiap HRD perusahaan-perusahaan yang ada di Jawa Barat ini menyatakan memilih tidak menerima lulusan SMK bernilai matematika rendah tersebut.

"Nilai pelajaran matematika lulusan SMK di Jabar ini banyak yang lebih rendah jika dibadingkan dengan lulusan Jawa Tengah atau Jawa Timur. Mereka mengatakan, di Jabar mencari lulusan SMK dengan nilai UN di atas 3,5 sangat sulit. Di Jateng atau Jatim rata-rata nilainya 6 sampai 7," kata Abdul Hadi saat dihubungi, Kamis (18/7/2019).

Pihak industri, katanya, dengan alasan tersebut cenderung membuka pintu kepada lulusan SMK di luar Jabar. Contohnya sebuah industri otomotif di Jabar yang bahkan punya kelas jauh di sebuah SMK di Jawa Tengah.

RTH Mandalajati Berupa Tanah Jurang, Jual Belinya Kacau Balau, Saat Ini Kasusnya Ditangani KPK

Abdul Hadi mengatakan berdasarkan hasil audiensi dengan HRD perusahaan ini, nilai matematika menentukan tingkat kemampuan seseorang dalam menanggapi risiko kerja. Pegawai dengan nilai matematika rendah, katanya, memiliki risiko yang tinggi mengalami kecelakaan kerja.

"Jadi pegawai yang nilai matematikanya rendah, potensi mengalami kecelakaan kerja yang tinggi. Kemampuan memprediksi bahaya mereka terbilang lemah," katanya.

Padahal di sisi lain, katanya, siswa SMK ini diharapkan bisa diterima kerja dengan cepat setelah lulus. Ternyata, prestasi masing-masingnyalah yang menentukan peluang kerja mereka. Di sisi lain, Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah industri terbesar di Indonesia.

"Faktor lainnya, ada semacam hambatan mental. Orang Jabar ketika kerja di daerah sendiri, mereka punya mentalitas tinggi hati, suka protes, disiplin rendah, enggan mendapat pekerjaan berat. Itu masukan dari para HRD di Jabar," katanya.

Jose Arredondo, Ayah Kim Samuel yang Dikabarkan Meninggal Dunia, Ditemukan dalam Kondisi Babak Belur

Faktor lain penyebab tingginya angka pengangguran dari lulusan SMK adalah jumlah SMK di Jabar yang lebih banyak daripada SMA. Tidak heran, katanya, jika lulusan yang menganggurnya pun lebih banyak.

"Silakan Pak Gubernur mengevaluasi SMK, tapi tidak harus membuat SMK ditutup. Tetapi perbaiki kurikulum terutama pelajaran matematika. Evaluasi kurikulum dan peningkatan kualitas tenaga pendidik wajib dilakukan," ujarnya.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved