Program Smart City di Kabupaten Cirebon Terus Ditingkatkan

Pemerintah Kabupaten Cirebon terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, salah satunya melalui program Smart City.

Program Smart City di Kabupaten Cirebon Terus Ditingkatkan
tribunjabar/ahmad imam baehaqi
Ilustrasi: Suasana keramaian lalu lintas di Kabupaten Cirebon, Rabu (29/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, salah satunya melalui program smart city.

Program tersebut dianggap akan memberikan kemudahan pelayanan kepada seluruh masyarakat melalui sistem aplikasi berbasis pemanfaatan teknologi.

Sekretaris Diskominfo Kabupaten Cirebon, Yadi Wikarsa, mengatakan, ada tiga program unggulan yang digagas pihaknya dalam mewujudkan smart city, di antaranya pelayanan akta kelahiran dan rujukan rumah sakit dari Dinas Kesehatan.

"Rintisan program smart city merupakan garapan yang prosesnya masuk pada tahun kedua. Sebelumnya pihaknya sudah melakukan assesment sebanyak tiga kali sejak 2016 hingga 2017. Tahun 2018 ini Kabupaten Cirebon dipilih sebagai salah satu dari 100 kabupaten/kota yang merintis program itu," kata Yadi saat ditemui di kantornya, Rabu (17/7/2019).

Tradisi Gentong Haji di Cirebon Bernilai Moral, Calon Jemaah Tak Ingin Amalnya Berhenti Saat Berhaji

Selanjutnya, setelah program itu dijalankan, akan dibuat peta blue print yang sudah dievaluasi. Ketika dinyatakan lolos, program itu akan dilanjutkan.

Oleh karenanya, kata Yadi, gagasan yang menjadi rintisan tentunya harus siap dijalankan.

Selain itu, berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan berbasis informasi dalam rangka good government, pihaknya meyakini tiga hal yang jadi konsentrasi yaitu aksesibilitas, partisipasi dan keterbukaan informasi bisa diwujudkan.

Harga Cabai Makin Pedas, di Kota Cirebon Mencapai Rp 80 Ribu Perkilogram

Sementara itu, Plt Bupati Cirebon, Imron Rosyadi menjelaskan, Diskominfo merupakan lembaga yang paling penting dalam memberikan informasi dari masyarakat ataupun sebaliknya.

Maju mundurnya dinas, kata Imron, bisa diketahui dalam mengolah informasi dan data untuk kelanjutan pembangunan di Kabupaten Cirebon.

"Jadi kalau kita tahu informasi dan data, maka melangkahnya bisa lebih tahu. Karena kita ini sudah otonom, artinya pemerintah pusat maupun Jabar terserah daerah masing-masing untuk berekspresi," kata Imron.

Penulis: Siti Masithoh
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved