Pensiunan PNS Magelang Ingin Nyaleg tapi Tak Punya Uang, Akhirnya Menipu dengan Modus Masuk PNS

Polisi melakukan penyidikan hingga akhirnya meringkus tersangka di rumah istri sirinya di kawasan Bantul pada 11 Juni.

Pensiunan PNS Magelang Ingin Nyaleg tapi Tak Punya Uang, Akhirnya Menipu dengan Modus Masuk PNS
ika fitriana/kompas
Gelar perkara di mapolres Magelang menghadirkan tersangka, Abudhari Tri Putro (64), yang diduga menipu dengan modus menjanjikan korbannya bisa masuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di berbagai intansi di Provinsi Jawa Tengah dengan syarat menyerahkan sejumlah uang jutaan rupiah, Selasa (16/7/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, MAGELANG - Aparat Polres Magelang meringkus seorang pria bernama Abudhari Tri Putro (64), warga Dusun Krapyak, Desa Paremono, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Abudhari ditangkap karena telah melakukan penipuan. 

Modus tersangka dalam menjalankan aksinya dengan menjanjikan korbannya masuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di berbagai instansi di Provinsi Jawa Tengah dengan syarat menyerahkan sejumlah uang.

Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengatakan, tersangka merupakan pensiunan PNS Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang dengan jabatan terakhir sekretaris kecamatan (sekcam).

Kasus terungkap ketika seorang korban, Supriyono, warga Cilacap Utara, melaporkan perbuatan tersangka ke Polsek Salaman, Kabupaten Magelang, Januari 2019.

Korban merasa tertipu karena dijanjikan tersangka bisa masuk PNS.

Namun, tidak kunjung terwujud.

Padahal korban sudah menyetor uang hingga Rp 165 juta kepada tersangka.

"Korban dan tersangka bertemu 30 Juni 2012, korban menyerahkan berkas penerimaan persyaratan CPNS dan bukti transferan Rp 85 juta kepada tersangka. Kemudian tanggal 29 September 2012 korban transfer lagi Rp 80 juta. Tapi sampai 2019 janjinya tidak terealisasi sehingga korban melaporkannya," ujar Yudi, dalam konferensi pers di Mapolres Magelang, Selasa (16/7/2019).

Polisi melakukan penyidikan hingga akhirnya meringkus tersangka di rumah istri sirinya di kawasan Bantul pada 11 Juni.

Hasil pemeriksaan, tersangka telah melakukan aksi serupa kepada enam korban di wilayah Kabupaten Magelang. 

Seluruh korban dijanjikan tersangka bisa masuk PNS dengan syarat menyetorkan uang dengan nominal bervariasi setiap korban, yakni berkisar Rp 65 juta-Rp 85 juta per orang.

Untuk meyakinkan korban, tersangka meminta para korbannya untuk membeli baju seragam PNS dan korpri.

Halaman
12
Editor: Ravianto
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved