Pelaku Penipuan Mengatasnamakan Traveloka Dibekuk Polisi, Keuntungannya Fantastis

Mereka mengalami kerugian karena mendapat tagihan dari bank hingga Rp 8 juta, padahal tidak pernah melakukan pinjama ke bank.

Editor: Ravianto
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIVALDI ADE MUSLIADI
Para korban dan tersangka dihadirkan pada Konferensi Pers, di Mapolda Kalbar, Rabu (17/7/2019) pagi WIB. 

TRIBUNJABAR.ID, PONTIANAK - Polda Kalbar mengungkap kasus dugaan penipuan atau pemalsuan data yang mengatasnamakan aplikasi travel perjalanan online, Traveloka.

Barang bukti dan tersangka dihadirkan pada Konferensi Pers, di Mapolda Kalbar, Rabu (17/7/2019) pagi WIB.

Kasus ini bermula dari laporan puluhan warga Pontianak Barat yang sadar telah jadi korban penipuan.

Mereka mengalami kerugian karena mendapat tagihan dari bank hingga Rp 8 juta, padahal tidak pernah melakukan pinjaman ke bank.

Kasus ini ditangani pihak Diskrimsus Polda Kalbar, dan berhasil menangkap seorang tersangka berinisial RH (36), warga Jalan Budi Utomo, Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara.

Adapun modus yang terungkap yaitu, tersangka melakukan pinjaman online di sebuah aplikasi travel online dikarenakan ingin mendapatkan uang dengan cepat tanpa modal.

Tersangka mengetahui cara pinjaman online yang dimaksud yakni dengan belajar dari postingan di Facebook.

Adapun barang bukti yang diamankan di antaranya, foto copy KTP korban sebanyak 11 lembar, uang tunai berjumlah Rp. 1.250.000, dua unit handphone, satu kartu ATM, dan 38 lembar informasi debitur dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dari hasil aksi kejahatannya, tersangka mengaku meraup keuntungan cukup fantastis yakni sekitar Rp 350 juta.

Tidak hanya tersangka, Polda Kalbar juga menghadirkan para korban kasus pemalsuan data mengatasnamakan Traveloka.

Para korban yang hadir, kebanyakan dari driver ojek online.

Dewi satu di antara korban mengatakan, dirinya yang tergiur ajakan tersebut mengalami kerugian sekitar Rp 10 juta.

Namun hal itu belum ia sadari sebelum viralnya kasus penipuan yang dialami puluhan warga di Pontianak Barat.

"Saya ikut ini diajak teman, Maret lalu kalau tidak salah, sudah lama sih. Tapi baru tahu kalau saya juga jadi korban karena heboh di (warga) UKA. Jadi saya sama teman-teman langsung cek ke OJK. Di situ saya tahu kalau ada tagihan dari bank atas nama saya sekitar 10 juta," kata Dewi.

Ia mengatakan, tagihan ia terima per bulan dari bank berdasarkan berkas yang dikeluarkan OJK, nominal setiap bulannya berbeda. Bulan pertama dan kedua masing-masing sekitar Rp 1 juta.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved