Musim Kemarau, Peternak Sapi di Kota Cimahi Harus Mengeluarkan Biaya Pakan Lebih Besar

Peternak sapi di Kota Cimahi saat musim kemarau ini harus mengeluarkan biaya pakan lebih besar karena pakan rumput dan jerami saat ini tidak hijau.

Musim Kemarau, Peternak Sapi di Kota Cimahi Harus Mengeluarkan Biaya Pakan Lebih Besar
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Peternak Sapi asal Kampung Terobosan Kota Cimahi, Mulyadi saat memberikan pakan ke sapi miliknya, Rabu (17/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Peternak sapi di Kota Cimahi saat musim kemarau ini harus mengeluarkan biaya pakan lebih besar karena pakan rumput dan jerami saat ini sudah mulai mengering atau tidak hijau.

Peternak sapi asal Kampung Terebosan, Kota Cimahi, Mulyadi (55), mengatakan saat musim kemarau ia harus mencari pakan seperti jerami dan rumput hingga ke daerah lain yang lahan sawahnya tidak terdampak kekeringan.

"Saat mencari rumput ke daerah lain kan harus mengeluarkan ongkos, jadi saat musim kemarau seperti ini memang ada peningkatan biaya mencari pakan," ujarnya saat ditemui di Kampung Terebosan, Rabu (17/7/2019).

Menurutnya, pakan sapi menggunakan jerami memang lebih baik untuk kesehatan sapi, dibandingkan rumput dan sebagainya. Sehingga setiap hari sapi yang ia miliki seperti sapi perah dan sapi pedaging harus diberikan pakan jerami.

"Apalagi jerami dan rumput hijau sangat bagus buat pakan sapi, kalau sekarang jerami sudah banyak yang kering, jadi harus diawetkan agar kandungan proteinnya bagus," katanya.

Peternak Sapi Kesulitan Cari Rumput Segar Saat Musim Kemarau, Ini yang Dilakukan Dispangtan Cimahi

Ia mengatakan, selama musim kemarau ini ia sudah mengeluarkan biaya untuk pakan saja sebesar RP 2,5 juta, padahal biaya sebesar itu biasanya digunakan untuk membayar pekerja yang mencari rumput dan jerami.

"Biaya itu untuk memberikan pakan sapi saya yang jumlahnya 12 ekor. 6 ekor sapi perah, 4 ekor sapi pedaging dan 2 ekor pedet (anak sapi)," ucapnya.

Untuk mencari rumput dan jerami yang kualitasnya bagus, ia harus mencarinya hingga ke Soreang, Kabupaten Bandung karena untuk di Kota Cimahi kualitasnya sudah memburuk.

"Karena harus mencari ke daerah lain, biaya pakan ada kenaikan, biasanya Rp 2,5 juta itu membayar pekerja saja. Sekarang ada tambahan ongkos kalau mencari ke daerah lain," kata Mulyadi.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved