Imbas Kemarau, Warga Cikancung Kabupaten Bandung Terpaksa Beli Air Bersih

Warga Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, mengaku sulit mendapatkan air bersih akibat bencana kekeringan dimusim kemarau tahun ini.

Imbas Kemarau, Warga Cikancung Kabupaten Bandung Terpaksa Beli Air Bersih
Tribun Jabar/ Hakim Baihaqi
Lahan sawah kering di Desa Ciluluk, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Warga Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, mengaku sulit mendapatkan air bersih akibat bencana kekeringan dimusim kemarau tahun ini.

Engkos Koswara (50), Warga Kampung Bojongbadak, Desa Cikancung Kecamatan Cikancung, mengatakan, dimusim kemarau saat ini, ia harus melakukan penyedotan air selama kurang lebih tiga jam.

"Keluar air, cuma tidak banyak. Setiap butuh harus nunggu dahulu lama," kata Engkos di Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, Rabu (17/7/2019).

Ia mengatakan, seperti ditahun-tahun sebelumnya, warga mulai sulit mendapatkan pasokan air bersih, mulai dari Juli hingga November, karena volume air semakin berkurang.

Engkos mengatakan, guna mendapatkan pasokan air bersih, warga biasanya membeli dari tempat penjualan air isi ulang, air tersebut digunakan warga untuk kebutuhan minum, memasak, hingga mandi.

"Satu tangki besar, harganya 250 ribu. Biasanya dikoordinir RT. Patungan setiap kepala keluarga. Pengennya ada sumur bor," kata Engkos.

6 Desa di Cikancung Terdampak Kekeringan, Camat Janjikan Akan Ada Suplai Air Bersih

Enam desa di Kecamatan Cikancung yang terdampak bencana kekeringan, yakni Desa Srirahayu, Desa Ciluluk, Desa Cikancung, Desa Mandalasari, Desa Cihanyir, dan Desa Hegarmanah.

Untuk Desa Srirahayu, kekeringan terjadi di tujuh kampung, yakni Kampung Cijapati, Cipari, Babakan Kapas, Karang Gandok, Babakan Setia, dan Pongporang, sebanyak 55 hektare dan berdampak ke 6.584 jiwa.

Di desa Ciluluk, kekeringan terjadi, ditujuh desa, di antaranya, Kampung Ragas, Cikopo, Ragas, dan Ciloa, sebanyak 81 hektare terdampak atau 5.076 jiwa.

Desa Cikancung, sebanyak 35 hektare lahan persawahan dan ladang, 1.868 jiwa terdampak bencana kekeringan, terjadi di dua kampung, yakni Kampung Sayang Pojok serta Kampung Cikancung Hilir.

6 Desa di Cikancung Bandung Kekeringan, Berdampak Pada Ratusan Hektare Sawah dan Ribuan Jiwa

Di Desa Cihanyir, 248 hektare lahan di 12 kampung terdampak bencana kekeringan, beberapa kampung di antaranya, yakni kampung Manabaya, Cibiru, Cihanyir Loa, Cantilan, Cinta Asih, Manabaya, Pesantren, dan lima kampung lainnya.

Desa Mandalasari, hanya terjadi didua kampung, yakni Kampung Lengo dan Kampung Wirama, sebanyak 22 hektare dan berdampak ke 350 jiwa.

Dan di Desa Hegarmanah, sebanyak empat kampung, Kampung Cikalago Girang, Kampung Ciangsana, Kampung Bebedahan, dan Cihanjuang, sebanyak 160 hektare serta berdampak ke 1400 jiwa.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved