Gunung Palasari dan Gunung Kunci Akan Dihubungkan dengan Kereta Gantung, Kata Bupati Ada Investornya

Bupati Dony Ahmad Munir mengatakan Pemkab Sumedang terus mengoptimalkan dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

Gunung Palasari dan Gunung Kunci Akan Dihubungkan dengan Kereta Gantung, Kata Bupati Ada Investornya
TRIBUN JABAR/TIAH SM
Pengunjung keluar dari kabin kereta gantung berwarna putih yang terparkir di Balai Kota Bandung tepatnya di dekat halaman parkir Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bandung, Kamis (29/10/2015). 

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG – Taman hutan raya (Tahura) Gunung Kunci-Gunung Palasari diminati investor untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata yang terhubung.

Gunung Kunci dan Palasari merupakan dua gunung dan hutan yang ada di tengah kota dan hanya berjarak 1 km dari Alun-alun Sumedang serta pinggir jalan raya Bandung-Sumedang.

Bupati Dony Ahmad Munir mengatakan Pemkab Sumedang terus mengoptimalkan dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Ada investor yang ingin mengembangkan Taman Hutan Raya Gunung Kunci dan Gunung Palasari,” kata Dony usai ekspose investor di ruang rapat Tadjimalela Bappeda, Rabu (17/7).

"Di tengah kota, Sumedang memiliki gunung dan hutan. Kawasan ini sudah menjadi taman hutan raya dan pariwisata Sumedang."

CEO PT Daya Inti Selaras, Dani Rinaldi mengatakan, Sumedang merupakan daerah yang memiliki banyak potensi untuk dikembangkan di samping letaknya yang strategis yakni berada di tengah-tengah Provinsi Jawa Barat.

"Sudah cukup lama kami mendata potensi yang ada di Sumedang. Sesudah melakukan kajian Sumedang sangat tepat untuk pengembangan kawasan pariwisata," kata Dani saat ekspose.

Menurutnya, perusahaannya berencana membuka wahana wisata Sumedang bernama Sumedang Park.

“Nanti ada kereta gantung yang menghubungkan antara Gunung Kunci dan Gunung Palasari, teater kesenian, tempat bermain anak-anak, museum sejarah karena ada benteng peninggalan Belanda dan fasilitas hiburan lainnya,” kata Dani.

Ia mengatakan untuk membuat wahana wisata itu ada beberapa kendala antara lain situs-situs yang tidak boleh diubah.

“Benteng peninggalan Belanda menjadi situs tapi kami akan terus berupaya memberikan yang terbaik," katanya.

Bupati Dony meminta kepada dinas terkait agar segera mengkaji, mensinkronkan dan mengecek ulang terkait situs situs yang ada di Gunung Kunci dan Palasari.

"Optimalkan kawasan Tahura dengan tetap menonjolkan kebudayaan yang ada di Sumedang," katanya.

Ia berharap rencana ini dapat segera terealisasi sehingga mampu menarik para wisatawan datang dan bisa meningkatkan perekonomian dan taraf hidup masyarakat Kabupaten Sumedang. (deddi rustandi)

Penulis: Deddi Rustandi
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved