Bupati Purwakarta Siapkan Insentif bagi Petugas Penjaga Sumber Air dan Regulasi Menjaga Mata Air

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika akan menyiapkan sejumlah anggaran untuk memberikan penghargaan bagi para petugas penjaga sumber mata air

Bupati Purwakarta Siapkan Insentif bagi Petugas Penjaga Sumber Air dan Regulasi Menjaga Mata Air
TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA
Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika akan menyiapkan sejumlah anggaran untuk memberikan penghargaan bagi para petugas penjaga sumber mata air yang ada di Purwakarta.

Penghargaan bagi penjaga sumber mata air atau yang disebut sebagai ulu-ulu itu berupa insentif atau honorarium.

Langkah awal Anne untuk memberikan honorarium bagi ulu-ulu ialah mendata jumlah dan identitas penjaga sumber air itu melalui kades atau camat.

"Kami akan mendata melalui camat dan kades untuk petugas yang menjaga sumber air ini, akan diberikan penghargaan berupa insentif atau penghargaan lainnya," kata Anne di sela acara Muru Indung Cai Purwakarta Istimewa, Pendopo Kabupaten Purwakarta, Nagritengah, Purwakarta pada Rabu (17/7/2019).

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika saat menuangkan air yang bersumber dari sembilan mata air di Kecamatan Wanayasa dalam acara Muru Indung Cai di Pendopo Kabupaten Purwakarta, Nagritengah, Purwakarta pada Rabu (17/7/2019)
Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika saat menuangkan air yang bersumber dari sembilan mata air di Kecamatan Wanayasa dalam acara Muru Indung Cai di Pendopo Kabupaten Purwakarta, Nagritengah, Purwakarta pada Rabu (17/7/2019) (Tribun Jabar/Haryanto)

Ini Tujuan Kegiatan Muru Indung Cai pada Rangkaian Hari Jadi Purwakarta

Penghargaan ia lakukan sebab jasa dan tugas ulu-ulu sangatlah penting bagi kebutuhan masyarakat.

Bupati yang akrab disapa Ambu Anne itu menjelaskan bahwa tugas ulu-ulu adalah mengatur debit air agar air yang mengalir bisa sesuai tanpa kurang ataupun berlebihan.

Selain itu, menurut informasi yang didapatnya, petugas penjaga air itu belum ada honorarium yang tetap untuk pekerjaannya.

"Padahal mereka menjaga sumber air itu siang dan malam mengatur aliran air serta menjaga kelestariannya," ucap dia menjelaskan.

Selain itu, guna melestarikan keberadaan sumber mata air, pihaknya dari Pemerintah Daerah Purwakarta akan membuat regulasi tertentu.

Prosesi Muru Indung Cai, Ambil Air dari 9 Mata Air di Wanayasa, Peringati Hari Jadi Purwakarta

Muspika Kecamatan Wanayasa dan warga saat mengambil air dari mata air di Wanayasa Purwakarta
Muspika Kecamatan Wanayasa dan warga saat mengambil air dari mata air di Wanayasa Purwakarta (tribunjabar/haryanto)

Regulasi yang mengatur keberadaan dan kelestarian sumber air akan digulirkan agar sumber mata air bisa terus bermanfaat bagi masyarakat.

Sebab diketahuinya kini bahwa sejumlah sumber mata air di wilayahnya telah dimiliki oleh pihak swasta atau perusahaan. Hal itu membuat sumber air tidak bisa dimanfaatkan masyarakat secara bebas, khususnya saat mengalami kekurangan air.

Ambu mengaku pihaknya tidak bisa berbuat banyak saat ini, karena lahan yang berisi sumber air milik pribadi telah dijual.

"Nah langkah sementara saat ini kalau ada lahan sumber mata air yang akan dijual, silahkan jual ke pemerintah. Kami akan manfaatkan   untuk masyarakat," ujarnya.

Penulis: Haryanto
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved