6 Desa di Cikancung Bandung Kekeringan, Berdampak Pada Ratusan Hektare Sawah dan Ribuan Jiwa

Enam desa di Cikancung, Kabupaten Bandung mengalami kekeringan. Berdampak pada ratusan hektare sawah dan ribuan jiwa.

6 Desa di Cikancung Bandung Kekeringan, Berdampak Pada Ratusan Hektare Sawah dan Ribuan Jiwa
Tribun Jabar/ Hakim Baihaqi
Lahan sawah kering di Desa Ciluluk, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Enam Desa di Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, kembali terdampak bencana kekeringan akibat kemarau panjang yang telah berlangsung sejak dua bulan terakhir.

Enam desa di Kecamatan Cikancung yang terdampak bencana kekeringan, yakni Desa Srirahayu, Desa Ciluluk, Desa Cikancung, Desa Mandalasari, Desa Cihanyir, dan Desa Hegarmanah.

Untuk Desa Srirahayu, kekeringan terjadi di tujuh kampung, yakni Kampung Cijapati, Cipari, Babakan Kapas, Karang Gandok, Babakan Setia, dan Pongporang. Lahan yang mengalami kekeringan seluas 55 hektare dan berdampak pada 6.584 jiwa.

Di desa Ciluluk, kekeringan terjadi, di tujuh kampung, di antaranya, Cikopo, Ragas, dan Ciloa. Delapan puluh satu hektare dan 5.076 jiwa terdampak.

Desa Cikancung, sebanyak 35 hektare lahan persawahan dan ladang serta 1.868 jiwa terdampak bencana kekeringan yang terjadi di dua kampung, yakni Kampung Sayang Pojok serta Kampung Cikancung Hilir.

Di Desa Cihanyir, 248 hektare lahan di 12 kampung terdampak bencana kekeringan, beberapa kampung di antaranya, yakni kampung Manabaya, Cibiru, Cihanyir Loa, Cantilan, Cinta Asih, Manabaya, dan Pesantren.

Kekeringan di Desa Mandalasari, terjadi di dua kampung, yakni Kampung Lengo dan Kampung Wirama. Luas lahan yang tedampak 22 hektare dan berdampak ke 350 jiwa.

Dan di Desa Hegarmanah, kekeringan melanda empat kampung, yakni Kampung Cikalago Girang, Kampung Ciangsana, Kampung Bebedahan, dan Cihanjuang. Kekeringan berdampak pada 160 hektare dan 1.400 jiwa.

Camat Cikancung, Maksum, mengatakan, kekeringan di kecamatan tersebut, terjadi lebih awal yakni sejak akhir Mei 2019 dan paling besar berdampak ke lahan persawahan milik warga.

Halaman
12
Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved