Wagub Jabar Klaim Kebutuhan Beras di Jabar Aman Saat Masuki Musim Kemarau

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum memastikan kebutuhan beras di Jawa Barat aman saat memasuki kemarau

Wagub Jabar Klaim Kebutuhan Beras di Jabar Aman Saat Masuki Musim Kemarau
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Ilustrasi: Stok beras di Komplek Pergudangan Sukagalih Bulog Sub Divre, Jalan Cimanuk, Kabupaten Garut, Kamis (15/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum memastikan kebutuhan beras di Jawa Barat aman saat memasuki kemarau.

"Jawa Barat sudah panen sebanyak 1 juta hektare, menghasilakan minimal padi sebanyak 6 sampai 7 juta ton. Artinya untuk pangan selama kemarau di Jawa Barat Aman," kata Uu Ruzhanul Ulum di Tasikmalaya, Selasa (16/7/2019).

Antisipasi kekeringan saat kemarau melanda, Uu mengatakan Pemprov Jabar sudah melakukan sejumlah upaya.

"Bantuan berupa mesin penyedot dan bantuan saluran air bagi petani yang membutuhkan. Pemerintah daerah siaga membantu," ujarnya.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum saat menghadiri kegiatan Hari Krida Pertanian (HKP) Ke-47 Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2019 di Lapangan Dadaha Tasikmalaya, Selasa (16/7/2019) siang.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum saat menghadiri kegiatan Hari Krida Pertanian (HKP) Ke-47 Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2019 di Lapangan Dadaha Tasikmalaya, Selasa (16/7/2019) siang. (Tribun Jabar/Isep Heri)

Sejauh ini kata dia wilayah Indramayu menjadi perhatian, karena potensi kekeringan lahan pertanian di sana sangat tinggi.

"Sawah sudah banyak kering karena sudah terairi, krisis masih di wilayah pertanian belum sampai krisis air bersih untuk kebutuhan rumah tangga, masih aman. Priangan Timur masih bisa ditangani pemerintah daerah masing-masing," tuturnya.

Lahan Pertanian di Jawa Barat Terus Berkurang, Wagub: Setiap Tahun Berkurang 10 Persen

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Jabar, Hendi Jatnika mengatakan, ketersediaan kebutuhan beras berdasarkan presentasi pada 2019 mencapai sekitar 2 juta hektare lahan.

Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, Jabar menghasilkan sekitar 12 juta ton gabah kering atau bisa jadi 6 juta ton beras.

"Sementara kebutuhan konsumsi warga Jabar hanya sekutar 3 juta ton per tahun. Jadi masih ada surplus. Kalau kekeringan di bawah 5 persen tak akan mengganggu secara keseluruhan," kata Hendi.

Jawa Barat Perlu Regenerasi Petani, Wagub Berharap Milenial Jabar Turun ke Ladang

Ia menyarankan agar para petani tidak langsung menjual seluruh hasil panennya, melainkan harus juga dipikirkan mengenai ketahanan pangan keluarga.

"Kalau Oktober atau November belum turun hujan maka kemarau panjang maka harus diwaspadai," ujarnya.

Sejauh ini jelasnya, sekitar 6 persen lahan pertanian di Jabar yang terdampak kemarsu, sementara sekitar 1200 hektare tercatat mengalami gagal panen.

"Wilayah Indramayu paling parah karena paling luas lahan sawahnya di Jawa Barat, di sana juga kebanyakan tadah hujan," tambahnya.

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved