Pengendara Mobil Mewah Jeep Rubicon yang Tabrak Panitia Lomba Lari Ditetapkan Jadi Tersangka

Kasubdit Gakum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP M Nasir, mengatakan PDK saat diperiksa mengaku kesulitan mengendalikan mobil.

Pengendara Mobil Mewah Jeep Rubicon yang Tabrak Panitia Lomba Lari Ditetapkan Jadi Tersangka
Capture Youtube Anak Motor Indonesia via Tribun Timur
Viral Jeep Rubicon Berada di tengah Keramaian dan Tancap Gas di acara Lari Marathon 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Pihak kepolisian menetapkan pengendara Jeep Rubicon berinisial PDK (25) sebagai tersangka usai menabrak panitia lomba lari maraton.

Kasubdit Gakum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP M Nasir, mengatakan PDK saat diperiksa mengaku kesulitan mengendalikan mobil.

"Intinya tidak mampu mengerem saat korban tiba-tiba berhenti di jalan. Tidak cukup jarak pengereman," ujar Nasir saat dimintai konfirmasi, Selasa (16/7/2019).

Menurut Nasir, saat ditanya kecelakaan terjadi karena pengereman mendadak, sehingga tersangka menabrak panitia lomba marathon.

"Jarak dan berhenti yang mendadak," tutur Nasir.

Seperti diketahui, video insiden Jeep Rubicon masuk ke area Epicentrum Kuningan tempat dilaksanakan lomba lari 10K MILO viral di media sosial.

Viral Mobil Mewah Jeep Rubicon Masuk Arena Lomba Lari, Ternyata Dia Habis Nabrak Orang

Saat kejadian, sempat terjadi cekcok antara pengendara tersebut dengan penyelenggara dan warga yang berada di situ.

Setelah itu, pelaku bukannya berhenti malah melarikan diri dengan memacu kencang kendaraannya.

Peristiwa ini bermula pada dini hari saat kendaraan Yamaha NMAX berpelat B 4983 TSA yang dikendarai Lena melaju dari arah Selatan ke arah Utara Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), ditabrak dari arah belakang oleh kendaraan Jeep Rubicon yang berjalan searah.

Maka, terjadilah kecelakaan lalu lintas antara Lena dengan pengendaara Jeep Rubicon yang dikendarai oleh PDK.

Lena dibawa oleh terduga tersangka PDK dan saksi Ayu Anita ke Rumah Sakit (RS) MMC, Kuningan, Jakarta Selatan.

Guna mendapatkan perawatan intensif oleh dokter.

Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved