Diperiksa Seharian, Lima Tersangka Kasus Korupsi Jembatan Cisinga Tasikmalaya Dijebloskan ke Bui

menahan lima tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jembatan dan Jalan Ciawi-Singaparna (Cisinga) Tasikmalaya

Diperiksa Seharian, Lima Tersangka Kasus Korupsi Jembatan Cisinga Tasikmalaya Dijebloskan ke Bui
Tribunjabar/Mega Nugraha
Dijebloskan ke bui lima tersangka kasus korupsi jembatan Cisinga Tasikmalaya 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar menahan lima tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jembatan dan Jalan Ciawi-Singaparna (Cisinga) Tasikmalaya,  Selasa (16/7/2019).

Kelima tersangka yakni BA selaku Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tasikmalaya tahun 2017, RR selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek Cisinga, MM selaku Ketua Tim teknis dan PPHP, Ds dan Ip dari unsur swasta.

Kelimanya ditahan usai seharian ini diperiksa penyidik pidana khusus Kejati Jabar. Saat keluar ruang pemeriksaan, kelimanya sudah mengenakan rompi tahanan kasus korupsi dan dibawa ke Rutan Kebonwaru, Bandung.

"Hari ini kami melakukan tindak hukum upaya paksa menahan lima tersangka untuk kepentingan penyidikan sesuai dengan kewenangan kami. Ancaman pidananya juga di atas lima tahun, serta supaya tidak melarikan diri dan menghilangkan barang bukti," ujar Asisten Pidana Khusus Kejati Jabar, Anwarudin di Kejati Jabar.

Mitembeyan dan Tablig Akbar oleh Gus Muwafiq, Mengawali Rangkaian Hari Jadi Purwakarta

Penetapan kelima tersangka setelah penyidik memiliki dua alat bukti yang cukup. Selain itu, pemeriksaan kelimanya sudah hampir rampung dan akan segera dilimpahkan ke pengadilan untuk segera disidangkan.

Dalam proye‎k ini, Ba sang kepala dinas, berperan sebagai kuasa pengguna anggaran. Sedangkan kabidnya, Rr sebagai pejabat pembuat komitmen.

"Penyidik juga sudah mendapat hasil audit kerugian negara dalam kasus ini, yakni sebesar Rp 4 miliar lebih," ujar dia. Kelima tersangka akan ditahan selama 20 hari ke depan sebelum kasusnya dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung.

‎Kelima tersangka dijerat Pasal 2, Pasal 3 Undang-undang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Jaga-jaga Saat Gempa Bumi, Hal yang Perlu Dilakukan dan Doa yang Diucapkan, Ingat Jangan Panik

Dalam kasus ini, penyidik Kejati Jabat sempat menggeledah kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada November 2018.

Pemkab Tasikmalaya pada 2017 menganggarkan Rp 25 miliar untuk pembangunan jalan dan jembatan Ciawi-Singaparna. Dalam perjalanannya, pengerjaan jembatan tersebut tidak sesuai spesifikasi. Diduga ada "mark up" biaya serta pekerjaan di subkontrak kepada perusahaan lain yang tidak sesuai aturan

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved