Dinkes Indramayu Tentukan 12 Desa Sebagai Prioritas Penurunan Stunting Hingga 5% di Tahun 2020

Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu menetapkan 12 Desa dari 8 Kecamatan yang menjadi lokus prioritas stunting di Kabupaten Indramayu.

Dinkes Indramayu Tentukan 12 Desa Sebagai Prioritas Penurunan Stunting Hingga 5% di Tahun 2020
Tribun Jabar/Handhika Rahman
Rakor Rembuk Percepatan Penurunan Stunting di Kantor Bappeda Kabupaten Indramayu, Selasa (16/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu menetapkan 12 Desa dari 8 Kecamatan yang menjadi lokus prioritas stunting di Kabupaten Indramayu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupa­ten Indramayu, Deden Boni Koswara mengatakan jika permasalahan stunting tidak tidak cepat diatasi, akan berdampak pada tidak memilikinya daya saing para generasi penerus.

"Hal ini tentu akan menjadi beban bagi bangsa Indonesia kedepan," ujar dia saat Rembuk Percepatan Penurunan Stunting di Kantor Bappeda Kabupaten Indramayu, Selasa (16/7/2019).

Disebutkan Deden Boni Koswara, lokasi yang menjadi lokus stunting tersebut, yakni Desa Balongan, Desa Tegalurung, Desa Gelamendala, Desa Sudimampirlor (Kecamatan Kertasemaya).

Pemkab Indramayu Targetkan Angka Stunting Turun Sampai 5 Persen di Tahun 2020

Lanjut dia, Desa Pringgacala (Kecamatan Karangampel), Desa Kalianyar (Kecamatan Krangkeng), Desa Lemahayu, Desa Tenajar Kidul (Kecamatan Kertasemaya).

Selanjutnya, Desa Tunggulpayung (Kecamatan Lelea), Desa Kijaran Wetan (Kecamatan Lohbener), Desa Totoran (Kecamatan Pasekan), dan Desa Kerticala (Kecamatan Tukdana).

Sementara itu, Bupati Indramayu Supendi menyampaikan, stunting disebabkan oleh kurangnya gizi pada balita di 1000 hari kehidupan pertama dan saat ibu hamil.

Disebutkan Bupati, keduabelah desa yang menjadi lokus prioritas itu karena memiliki data stunting tertinggi di Kabupaten Indramayu.

Yakni, Desa Balongan 250 balita, Desa Tegalurung 193 balita, Desa Gelamendala 165 balita, Desa Sudimampir Lor 202 balita, Desa Pringgacala 386 balita, Desa Kalianyar 223 balita, Desa Lemahayu 167 balita, Desa Tenajar Kidul 223 balita.

Selanjutnya, Desa Tunggulpayung 270 balita, Desa Kijaran Wetan 161 balita, Desa Totoran 161 balita, dan Desa Kerticala 178 balita.

"Jika di rata-ratakan itu ada lebih dari 150 balita yang terkena stunting per desa.  Jumlah balitanya berapa tapi stuntingnya berapa," ucap dia.

Padahal ketersediaan gizi di Kabupaten Indramayu melimpah dan harganya terjangkau oleh masyarakat.

Oleh karena itu dirinya mengajak semua pihak untuk turut menekan angka stunting. Disampaikan Bupati Indramayu, pada tahun 2020 Kabupaten Indramayu menargetkan angka stunting turun sampai 5 persen.

"Sekarang itu di Kabupaten Indramayu angka stuntingnya masih 29,9 persen, tapi dengan komitmen bersama di tahun 2020 Kabupaten Indramayu optimis angka stunting bisa ditekan sampai 5 persen," ujar dia.

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved