Aspidsus Kejati Ungkap Persekongkolan Jahat Kasus Jalan dan Jembatan Cisinga

Aspidsus Kejati Jabar mengungkap persekongkolan jahat di kasus Cisinga. Melibatkan bupati kala itu? Ini jawabannya.

Aspidsus Kejati Ungkap Persekongkolan Jahat Kasus Jalan dan Jembatan Cisinga
Tribunjabar/Mega Nugraha
Dijebloskan ke bui lima tersangka kasus korupsi jembatan Cisinga Tasikmalaya 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Penyidik Kejati Jabar mengungkap persekongkolan jahat dalam proses tender proyek pembangunan jalan dan jembatan Ciawi-Singaparna (Cisinga).

Persekongkolan jahat itu mengakibatkan negara merugi Rp 4 miliar.

Proyek itu dibiaya APBD Tasikmalaya 2017 Rp 25 miliar.

Lima orang ditetapkan tersangka, kelimanya sudah ditahan di Rutan Bandung dan Lapas Sukamiskin.

"Secara pokok, dalam pembangunan jembatan, ada suatu permainan, persekongkolan. Begini, jadi yang mengerjakan itu bukan perusahaan pemenang tender, tapi pihak lain. Pemenang ‎tender ini hanya dipakai supaya memenuhi spesifikasi lelang," ujar Aspidsus Kejati Jabar, Anwarudin, di kantornya, Jalan LLRE Martadinata Bandung, Selasa (16/7/2019).

Ia mengatakan, proyek itu harus ditenderkan. Namun, proses tender itu diwarnai persekongkolan.

"Ini sudah diatur, si A pemenang tender mengerjakan pekerjaannya ke si B. Dari si B, diserahkan ke C. Nah, yang merancang persekongkolan ini si tersangka Ba, pada 2017 sebagai kepala dinas PUPR," ujar Anwarudin.

‎Pada tahap penyelidikan, penyidik Kejati Jabar sempat menggeledah dua perusahaan pemenang tender. Kedua perusahaan itu menurut situs LPSE Pemkab Tasikmalaya menggunakan alamat yang sama.

"Dua perusahaan itu dimiliki oleh satu orang," ujarnya. Pemiliknya sudah ditetapkan tersangka, yakni dari unsur swasta.

Halaman
12
Penulis: Mega Nugraha
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved