Breaking News:

Andi Arief Sindir Parpol yang Belum Ucapkan Selamat ke Jokowi: Itu Memberi Angin pada Setan Gundul

Politikus Demokrat Andi Arief berkicau lagi. Kali ini, ia menyinggung soal partai yang belum ucapkan selamat ke Jokowi dan Maruf Amin.

Tribunnews
Andi Arief 

Pasalnya, kata Ubdeillah Badrun, yang tahu persis adalah Andi Arief.

"Saya tidak mau menyebutkannya, yang tahu persis kan Andi Arief," ujarnya.

Lebih lanjut Ubdeillah Badrun menjelaskan, pernyataan Andi Arief soal setan gundul ini memang memicu ketegangan internal di koalisi Prabowo - Sandiaga Uno.

Namun, ketegangan itu tak besar.

Semua Gugatan Ditolak MK, Sandiaga Uno Sebut Tak Perlu Berkecil Hati, Andi Arief: Setengah Legowo

"Yang memicu ketidakpercayaan di antara mereka, ini efek lanjut dari peristiwa jenderal kardus yang membuat hubungan Demokrat dan koalisi tidak utuh sejak awal," ujar Ubdeillah Badrun.

Sebelum menerka soal sosok setan gundul yang dimaksud Andi Arief, Ubdeillah Badrun sempat menjelaskan soal diksi politik.

Menurut dia, Andi Arief yang posisi di partainya bisa disebut berada di tingkatan middle, bukan elite, diksi politiknya memang vulgar.

"Andi Arief memang diksi politiknya vulgar, seperti (diksi) jenderal kardus dan setan gundul," ujar Ubdeillah Badrun.

Bahkan, pada Pemilu 2019 ini, lanjutnya, adalah pemilu yang paling buruk dalam memproduksi diksi politik.

Hal tersebut, menurut Ubdeillah Badrun, merupakan sebuah kemunduran.

Andi Arief Berkoar, Samakan Saksi Prabowo, Agus Maksum Seperti Akun Bodong, Minta BPN Tanggung Jawab

Lebih lanjut, Ubdeillah Badrun pun menilai, sebaiknya, Andi Arief melakukan evaluasi mendasar pada internal partainya.

Momentum saat ini, harusnya jadi episode kritik pada internal partainya.

"Partai Demokrat, pada tahun 2009 memperoleh suara sekitar 20 persen, pada tahun 2014 sekitar 10 persen kurang lebih, kalau betul quick count atau real count, Demokrat pemilu saat ini memperoleh sekitar 8 persen," ujar Ubdeillah Badrun.

Berkaca dari hal itu, kata dia, harusnya ini jadi episode introspeksi untuk Demokrat.

Harus bisa dianalisis penyebabnya, mengapa kemudian Demokrat mengalami penurunan suara.

"(Ini malah) mencari setan gundul dan mencari sasaran dari kritik beliau," ujar Ubdeillah Badrun.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved