Aki Uja Naik Haji dari Sisihkan Upah sebagai Buruh Tani, Tak Sepeser Pun Minta Bantuan Keluarga

Aki Uja yang berasal dari Dusun Cigobang, Desa Cikondang, Kecamatan Ganeas, Kabupaten Sumedang, merupakan calon haji tertua di Kabupaten Sumedang

Aki Uja Naik Haji dari Sisihkan Upah sebagai Buruh Tani, Tak Sepeser Pun Minta Bantuan Keluarga
Tribun Jabar/Seli Andina Miranti
Tas koper haji milik Aki Uja, calon haji dari Kabupaten Sumedang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina Miranti

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Untuk bisa melaksanakan Rukun Islam ke-5, yaitu menunaikan ibadah haji atau kerap disebut juga dengan naik haji, bukan hal yang mudah bagi Aki Uja.

Kakek berusia 91 tahun yang memiliki nama Uja ini akrab dipanggil Aki Uja yang artinya Kakek Uja.

Aki Uja yang berasal dari Dusun Cigobang RT01/RW04, Desa Cikondang, Kecamatan Ganeas, Kabupaten Sumedang, merupakan calon haji tertua di Kabupaten Sumedang, ini harus menabung sampai 10 tahun.

Aki Uja, Jemaah Calon Haji Tertua dari Sumedang, Usianya 91 Tahun

Bekerja sebagai buruh tani membuat Aki Uja harus pintar-pintar menyisihkan uang agar dapat menabung.

Hal ini disampaikan putra Aki Uja, Hajar (59), ketika ditemui Tribun Jabar di kediaman Aki Uja, Selasa (16/7/2019).

"Bapak saya ini menabung dari 2009, dia pengen naik haji, ada panggilan jiwa," ujar Hajar.

Hajar mengatakan, sejak 2009 lalu, Aki Uja menyisihkan uang yang didapatnya dari bekerja sebagai buruh tani untuk tabungan haji.

Usianya Hampir Seabad, Kakek Asal Purwakarta Ini Tetap Semangat untuk Naik Haji

Per bulan, kakek yang kini sudah tidak dapat terlalu mendengar ini, menabung dalam jumlah yang tidak tentu.

"Kadang sebulan Rp 500 ribu, kalau ada rezeki Rp 1 juta, nggak tentu tiap bulan," ujar Hajar.

Halaman
12
Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved