140 Fintech Peer To Peer Lending Tak Berizin Kembali Dihentikan Satgas Waspada Investasi

Sampai saat ini, jumlah fintech peer to peer lending tidak berizin yang ditemukan Satgas Waspada Investasi pada tahun 2018 sebanyak 404 entitas sedang

Solvay FinTech Marketing Hub
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi kembali menemukan 140 entitas yang melakukan kegiatan usaha fintech peer to peer lending namun tidak terdaftar atau memiliki izin usaha dari OJK.

"Berdasarkan pemeriksaan pada website dan aplikasi pada Google Playstore, Satgas Waspada Investasi kembali menemukan 140 entitas yang melakukan kegiatan Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (Fintech peer to peer lending) tanpa izin OJK sesuai POJK Nomor 77/POJK.01/2016 yang berpotensi merugikan masyarakat," kata Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing dikutip Tribun dari siaran pers OJK, Selasa (16/7/2019). 

Kisah Bisnis Vishal Tulsian, Bangun Fintech Pertama di Indonesia, Salurkan Kredit Rp 1 Triliun

Sampai saat ini, jumlah fintech peer to peer lending tidak berizin yang ditemukan Satgas Waspada Investasi pada tahun 2018 sebanyak 404 entitas sedangkan pada tahun 2019 sebanyak 683 entitas.

Sehingga secara total saat ini yang telah ditangani sebanyak 1087 entitas.

"Meskipun Satgas Waspada Investasi sudah banyak menutup kegiatan fintech peer to peer lending tanpa izin OJK, namun tetap saja banyak aplikasi baru yang muncul pada website dan Google Playstore, sehingga masyarakat diminta untuk tidak mengakses atau menggunakan aplikasi fintech peer to peer lending yang tidak berizin," katanya. 

Pihaknya mengingatkan, apabila ingin meminjam secara online, maka masyarakat harus melihat daftar aplikasi fintech peer to peer lending yang telah terdaftar di OJK pada website www.ojk.go.id.

Tongam mengatakan, dari temuan ini satgas akan meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia untuk memblokir website dan aplikasi fintech peer to peer lending ilegal tersebut.

Selain itu, untuk memutus akses keuangan dari fintech peer to peer lending ilegal, satgas sudah meminta kepada perbankan untuk menolak pembukaan rekening tanpa rekomendasi OJK.

Sedangkan untuk rekening yang sudah ada, pemilik harus mengonfirmasi ulang kepada OJK untuk melakukan kegiatan fintech peer to peer lending.

Satgas juga sudah meminta Bank Indonesia untuk melarang fintech payment system memfasilitasi fintech peer to peer lending ilegal, dan menyampaikan laporan informasi kepada Bareskrim Polri untuk proses penegakan hukum.

Satgas Waspada Investasi Hentikan 168 Entitas Fintech Ilegal, Ditemukan di Laman dan Play Store

Menguatkan Bisnis di Era Industri 4.0, Fintech Kerja Sama dengan HIPMI Kota Bandung

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved