Tak Hanya Seleksi Atlet, Tim Panahan Jabar Juga Seleksi Pelatih Sebelum Ikuti Babak Kualifikasi PON

Tak hanya seleksi atlet, tim panahan Jabar juga seleksi pelatih sebelum ikuti babak kualifikasi PON.

Tak Hanya Seleksi Atlet, Tim Panahan Jabar Juga Seleksi Pelatih Sebelum Ikuti Babak Kualifikasi PON
TRIBUN JABAR/BUKBIS CANDRA ISMET BEY
Tim panahan Jabar di PON 2016. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tim panahan Jawa Barat tidak mau asal-asalan dalam membentuk tim untuk persiapan babak kualifikasi PON pada September 2019 meski dengan anggaran terbatas.

Tidak hanya atlet yang diseleksi, Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Jabar juga menyeleksi pelatih terbaik untuk menangani tim.

Untuk itu Perpani Jabar menggandeng tim dari FPOK UPI untuk menyeleksi pelatih yang nanti akan menangani tim panahan Jabar.

Menurut Ryan Agung, pelatih yang lolos tahapan hanya ada 7 dan kuota yang disediakan hanya 3 pelatih, maka akan diseleksi kembali.

“Hasil penilaian penguji nanti akan diserahkan ke Pengprov dan segera diedarkan minggu ini, mengingat sentralisasi tim akan dimulai 22 Juli di Arcamanik,” ujar Ryan, di Gedung KONI Jabar, Senin (15/7/2019).

Ryan menambahkan, yang diujikan kepada para calon pelatih mulai dari program latihan, teknik, dan psikologis.

“Kami membawa tim dari FPOK UPI karena kompeten dalam keolahragaan, untuk lebih objektif dari pengurus dalam menjaring pelatih yang terbaik,” kata Ryan.

Koordinator tim penguji pelatih panahan dari FPOK UPI, Mulyana, mengatakan tim panahan mau tidak mau harus mempertahankan prestasi di PON 2020.

“Kami sudah berdiakusi, menggali berbagai hal yang bisa dilakukan, menyumbang untuk kemajuan Perpani Jabar,” kata Mulyana.

Mulyana mengatakan, Pengprov Perpani yang akan menentukan siapa pelatih tim Jabar dan pihaknya diminta menggali potensi calon pelatih.

“Sudah ada gambaran calon  punya langkah ke depan yang jelas, ini baru pertama kali dilakukan karena ingin ada perubahan, dan memang harus seperti ini,” ucapnya.

Pelatih yang menangani tim nanti, kata Mulyana, harus tahu masalah dan punya solusi, punya gambaran untuk menghasilkan solusi yang tergambar dalam sebuah program.

“Pelatih menawarkan program sesuai dengan yang dibutuhkan,” ucapnya.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved