Politeknik LP3I Bandung Gelar KKN di Kabupaten Garut, Temanya Merajut Asa di Desa

Politeknik LP3I menggelar KKN di Kabupaten Garut. Mereka mengusung tema, Merajut Asa di Desa.

Politeknik LP3I Bandung Gelar KKN di Kabupaten Garut, Temanya Merajut Asa di Desa
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Mahasiswa dan manajemen Politeknik LP3I Bandung berfoto bersama Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman usai acara serah terima mahasiswa KKN tematik di Ruang Rapat Bupati Garut, Senin (15/7/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Sebanyak 72 mahasiswa Politeknik LP3I Bandung melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik di Kabupaten Garut.

Para mahasiswa akan fokus pada tiga poin selama KKN.

Wakil Direktur III LP3I, Heddy Setiawan, mengatakan, KKN tematik tersebut sebagai kontribusi mahasiswa untuk menerapkan ilmu secara nyata, terutama kepada masyarakat desa.

"KKN tematik ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Dari waktu saja sudah 1,5 bulan, dari 15 Juli sampai 31 Agustus. KKN ini mencari tahu apa saja yang dibutuhkan masyarakat desa," ujar Heddy saat serah terima mahasiswa KKN tematik LP3I kepada Pemkab Garut di Ruang Rapat Bupati, Senin (15/7/2019).

Tiga poin yang akan difokuskan mahasiswa KKN LP3I yakni soal kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan. Semuanya terkait dengan indeks pembangunan manusia (IPM).

"Nanti mahasiswa juga akan ke sekolah. Mereka diberi kesempatan untuk transfer ilmu ke adik-adiknya di sekolah. Sekalian melatih keberanian mahasiswa juga," katanya.

KKN tematik dengan tema 'Merajut Asa di Desa' itu akan dilaksanakan di lima desa. Yakni Desa Dunguswiru, Jati, Sindangsari, Cijolang, dan Jayaraga.

Pihaknya juga menyertakan dosen pembimbing lapangan selama pelaksanaan KKN.

"KKN ini jadi peran serta dunia pendidikan dalam memajukan Jabar, terutama desa. Sesuai tema warga desa bisa miliki perbaikan ke depan. Mahasiswa bisa berkontribusi mewujudkan asa itu," ucapnya.

Wakil Bupati Garut, Helmu Budiman mengatakan, keberadaan mahasiswa KKN LP3I itu bisa bersinergi dengan Kabupaten Garut. Salah satunya sinergi dalam data kemiskinan.

"Mahasiswa di lapangan bisa kasih masukan. Bisa tahu nanti mana saja warga miskin yang belum terdata dan membutuhkan," ucap Helmi.

Pemkab Garut, katanya, sangat membutuhkan kerja sama dengan semua pihak untuk pembangunan Garut. Sesuai tema KKN LP3I, asa di desa bisa tumbuh.

"Di Garut ini ada 421 desa dan 21 kelurahan. Kami ingin entaskan kemiskinan. Tahun ini angka kemiskinan sekitar sembilan persen. Nanti mahasiswa bisa kasih masukan soal data itu," katanya.

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved