BPSDM Jabar Adakan Pelatihan Kepemimpinan Nasional dan Diklat Tata Kelola Pemdes

BPSDM Provinsi Jawa Barat menggelar Pelatihan Kepemimpinan Nasional dan Diklat Tata Kelola Pemdes.

BPSDM Jabar Adakan Pelatihan Kepemimpinan Nasional dan Diklat Tata Kelola Pemdes
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Pembukaan PKN dan Diklat Tata Kelola Pemdes yang digelar BPSDM Jawa Barat. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Barat mengadakan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) tingkat II angkatan ke XIX dan Diklat Tata Kelola Pemerintahan Desa di kantor BPSDM Provinsi Jawa Barat, Jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi, Senin (15/7/2019).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum; Kepala BPSDM Jabar, Muhamad Solihin; dan Deputi Bidang Pengembangan Kompetensi ASN, Muhammad Taufik.

Muhamad Solihin, mengatakan, kegiatan PKN ini diadakan untuk ASN yang merupakan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT) atau ASN Eselon II agar mereka bisa mengembangkan kompetensi dalam rangka memenuhi kompetensi manajerial.

"Dalam pelatihan ini yang dikembangkan kompetensi kepemimpinan strategis untuk menjamin akuntabilitas jabatan yang meliputi tersusunnya kebijakan yang bisa memberikan solusi," ujarnya di Kantor BPSDM Jabar.

Ia menambahkan, tujuan diadakannya kegiatan ini agar hasil kerja tercapai, agar selaras dengan organisasi, terwujudnya pengembangan startegis untuk mendukung pencapaian organisasi, dan terwujudnya kapabilitas pada unit kerja untuk mencapai outcome organisasi.

"Pelaksanaannya akan berlangsung selama 887 jam pelajaran atau selama 101 hari, mulai hari ini hingga hingga 2 November 2019," katanya.

Ia mengatakan, hingga pembukaan peserta yang mendaftar sebanyak 53 orang. Ini terdiri dari pemerintah pusat 7 orang, pemerintah provinsi 2 orang, dan pemerintah kabupaten/kota sebanyak 44 peserta dari seluruh Indonesia.

"Peserta dari pemerintah pusat ada dari KPK, Kementerian Penidustrian, Kementerian Desa, Kementerian Ketenagakerjaan, dan dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan RI," ucapnya.

Dalam pelatihan PKN tingkat II ini, katanya, metode pembelajaran akan dibagi dua yakni pembelajaran klasikal dan non-klasikal. Dalam klasikal mereka akan belajar secara tatap muka dan diasramakan, sedangkan non-klasikal mereka diarahkan untuk membuat perubahan birokrasi.

Halaman
12
Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved