VIDEO Kenalan dari Facebook dan Sempat Berhubungan Badan, ASN Kemenag Bandung Berakhir Dimutilasi

Berawal Kenalan di Facebook dan Hubungan Gelap, ASN Kemenag Kota Bandung Dibunuh Saat Berhubungan Badan

Bagian pertama ialah kepala dan kedua tangan, bagian kedua ialah badan, dan bagian ketiga ialah pinggul hingga ke kaki.

Untuk mengangkat ketiga boks tersebut, pelaku meminta bantuan kepada orang yang kebetulan sedang menghadiri kondangan di sekitar kos-kosan tersebut.

"Pelaku meminta bantuan orang lain mengangkat kontainer yang berisi potongan badan korban. Pelaku mengatakan kepada orang tersebut bahwa isi kontainer tersebut adalah barang pecah belah," katanya.

Kontainer yang berisi potongan tubuh tersebut disusun oleh pelaku di bagian belakang mobil korban berwarna silver bernomor polisi D 1058 VBQ.

Pelaku langsung membawa mobil dan potongan tubuh korban ke Banyumas.

Rekonstruksi dibagi dalam tiga sesi. Secara tegas Kanit 3 Reskrim Polres Banyumas mengatakan bahwa pengakuan pelaku tentang lokasi mutilasi di Bogor, adalah pengakuan yang bohong.

Potongan tubuh korban dibawa oleh pelaku ke Banyumas yang kemudian dibakar di suatu lokasi.

Proses rekonstruski berakhir sekira pukul 15.30 WIB yang dimulai pukul sekira pukul 13.30 WIB.

Proses mutilasi dilakukan pada Minggu (07/7/2019) sekira sore hari.

Polres Banyumas Rekosntruksi di Bandung

Proses rekonstruksi peristiwa mutilasi yang dilakukan DP (37) terhadap KW (51) di kamar kost kostan pelaku di Jl H Hasan, Kota Bandung, Sabtu (13/7/2019).
Proses rekonstruksi peristiwa mutilasi yang dilakukan DP (37) terhadap KW (51) di kamar kost kostan pelaku di Jl H Hasan, Kota Bandung, Sabtu (13/7/2019). (Tribunjabar.id/Daniel Andreand Damanik)

Kepolisian Resort Banyumas membawa terduga pelaku mutilasi DP (37) ke kosan yang dihuninya selama dua minggu.

Polisi sengaja membawa pelaku ke Bandung untuk mengetahui persis kejadian mutilasi tersebut dalam rangkaian rekosntruksi.

Proses rekonstruksi dilakukan di dalam kamar kos-kosan DP di Bandung pada Sabtu (13/7/2019) bersama sejumlah personel Kepolisian Resort Banyumas yang dipimpin oleh Kanit 3 Reskrim Polres Banyumas IPDA Rizky Adhiyanzah.

Saat rekonstruksi, DP memperagakan prosesnya mulai dari bertemu korban hingga memutilasi korban di kamar mandi kos-kosan.

Awalnya, korban dan pelaku berjalan menaiki anak tangga menuju kamar kostan pelaku. Pelaku membuka pintu kamar dan masuk bersama korban sembari duduk di karpet yang terbentang di kamar berukuran sekira 3 x 3 meter tersebut.

Korban berbincang-bincang dengan pelaku membahas tentang surat-surat mobil milik korban. Usai berbincang, korban membuka kacamata dan jilbab yang dikenakannya.

Di dalam kamar tersebut terdapat pakaian jenis daster yang kemudian digunakan korban.

Korban mengganti pakaiannya dengan daster tersebut dihadapan pelaku.

Setelah mengganti pakaian, korban kembali duduk di karpet. Pelaku kemudian menyeduh kopi dan korban menyeduh teh.

Pelaku langsung menghampiri korban, menggenggam tangan korban dan memeluk. Kemudian korban dan pelaku melakukan hubungan badan dengan posisi korban di atas pelaku.

Setelah melakukan hubungan badan selama 15 menit, pelaku meminta agar korban tengkurap dan pelaku menimpa korban yang sudah tidak menggunakan pakaian.

Saat melakukan hubungan badan, pelaku mengambil Palu yang sudah disiapkannya dan memukul kepala korban berulang-ulang sampai korban tidak bersuara dan tidak bergerak.

Setelah membunuh, DP jual mobil KW

Laporan dari suami korban, Soib (51), KW pergi meninggalkan rumah pada Minggu (7/7/2019) menggunakan mobil jenis Toyota Rush dan meminta izin mau ke bengkel dengan membawa BPKB.

Namun hingga waktu siang hari, KW tak kunjung pulang ke rumahnya.

Soib mencoba menghubungi KW lewat telepon genggam, tapi telepon genggam KW tidak aktif.

KW memaksa kepada DP untuk dinikahi, namun keduanya telah memiliki keluarga.

Akhirnya DP nekat menghabisi nyawa dan memotong beberapa bagian tubuh KW.

Kapolres Banyumas, Bambang Yudhantara Salamun, mengatakan bahwa tersangka mengenal korban melalui media sosial Facebook.

Untuk mengelabui korbannya, tersangka mengaku sebagai seorang pelaut.

"Tersangka mengenal korban belum lama, baru sekitar dua bulanan, sejak sebelum lebaran kemarin, setelah tersangka keluar dari penjara," ujar Bambang.

Bambang mengatakan, usai membunuh korban, DP kemudian membawa kabur mobil korban.

Kemudian mobil berpelat nomor D tersebut, dijual DP di sebuah showroom mobil di Purwokerto.

Sebelum menjual mobil, DP terlebih dulu melepas penutup yang ada di mobil tersebut.

"Tersangka kami tangkap saat akan mengambil uang pembayaran mobil, jadi sudah dijual tapi belum dibayar. Tersangka akan mengambil uang Rp 100 juta," kata Bambang. (Kompas.com) (TribunJabar.id/Hakim Baihaqi/Daniel Andreand Damanik)

Video dan artikel lainnya klik link berikut: https://www.youtube.com/watch?v=Xb_5BIDwpyc&feature=youtu.be

Editor: Theofilus Richard
Video Production: Wahyudi Utomo

Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: yudix
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved