Empat Desa di Kabupaten Cirebon Alami Krisis Air Bersih, Ada yang Sejak 2 Bulan Lalu

Empat desa di Kabupaten Cirebon alami krisis air bersih. Ada yang sejak dua bulan lalu.

Empat Desa di Kabupaten Cirebon Alami Krisis Air Bersih, Ada yang Sejak 2 Bulan Lalu
Tribun Jabar/Siti Masithoh
Warga Desa Babadan antre air bersih. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Warga Desa Babadan, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon sudah mengalami krisis air bersih sejak dua bulan terakhir.

Akibatnya, mereka hanya mengandalkan air dari sumur masing-masing. Itu pun harus benar-benar diirit untuk mencukupi kebutan sehari-hari.

"Ya sejak kemarau aja, kira-kira dua bulanan. Makanya kami berharap banget dari pemerintah ngasih bantuan. Hampir tiap tahun kekeringan, tahun ini terparah karena belum ada hujan," kata Lia (46) saat ditemui seusai mendapat bantuan air dari BPBD Kabupaten Cirebon, Minggu (14/7/2019).

Warga Desa Babadan yang menerima bantuan air bersih tampak antusias dan berebut air.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon, Eman Sulaeman, mengatakan, puluhan kecamatan di Kabupaten Cirebon berpotensi mengalami krisis air bersih.

"Kalau melihat data yang ada, yang berpotensi krisis air bersih sebanyak 23 kecamatan dari 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Cirebon. Krisis air bersih ini tersebar di 63 desa," kata Eman.

Dia menambahkan, potensi krisis air bersih akibat kekeringan pada tahun ini lebih besar dibandingkan tahun sebelummya.

"Tahun lalu itu kami menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 1,7 juta liter air, itu total selama kemarau. Tahun sekarang juga sudah ada beberapa desa yang mulai meminta bantuan karena krisis air bersih," kata dia.

Untuk saat ini, beberapa desa yang sudah mengajukan di antaranya Kreyo, Klangenan, Slangit, Gebang Ilir, Greged, dan Waled.

"Kami juga kerja sama dengan CSR perusahaan untuk penyaluran air bersih ke desa-desa," ucapnya.

Selain penyaluran air bersih, menurut Eman, solusi lainnya untuk mengurangi dampak krisis air bersih adalah membuat sumur pantek.

"Sumur pantek itu harus digali dalam. Biasanya kerja sama dengan BMKG, tapi ada dampaknya," katanya.

Menurutnya, krisis air bersih menjadi bencana tahunan di Kabupaten Cirebon.

"Jangan boros air bersih. Halaman rumah itu harusnya jangan diplester, minimal ada ruang untuk penyerapan air. Terus, paling penting itu sistem memanen air hujan atau membuat penampungan," katanya.

Nasib Warga Kelurahan Argasunya Cirebon, Saban Musim Kemarau Sulit Mendapatkan Air Bersih

Warga di Sekitar Waduk Jatigede Sumedang Kesulitan Air Bersih, Ada yang Mulai Beli Air

Penulis: Siti Masithoh
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved