Minggu, 12 April 2026

Begini Kondisi Rumah Pegawai Kemenag yang Jadi Korban Mutilasi, Sepi dan Terkunci

KW (51), seorang pegawai Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandung, menjadi korban mutilasi pria bernama DP (37)

Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Ichsan
tribunjabar/hakim baihaqi
Rumah Pegawai Kemenag yang menjadi korban mutilasi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - KW (51), seorang pegawai Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandung, menjadi korban mutilasi pria bernama DP (37), potongan tubuhnya ditemukan di Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, pada Kamis (11/7/2019) malam.

Diketahui, KW merupakan warga di komplek perumaham Bumi Mekar Indah RT 07/21, Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Pantauan Tribun Jabar di Bumi Mekar Indah, Minggu (14/7/2019) siang, rumah korban yang berada di paling ujung RT 07 ini tampak sepi dan sama sekali tidak terlihat adanya aktivitas penghuni, bahkan rumah tersebut dalam kondisi terkunci.

Seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya, menuturkan, pascakejadian nahas tersebut, rumah korban selalu dalam kondisi sepi, hanya ada keluarga korban dari luar kota.

"Saya terakhir ketemu suami korban (Soib) itu pas hari Minggu, waktu mau melapor ke polisi. Setelah kejadian sampai sekarang sepi, ada yang ngomong katanya dibawa ke Temanggung," katanya.

Ketua RW 21, Sumarna (39), mengatakan, korban merupakan warga tetap di kompleks tersebut mulai tinggal tahun 2000 dan keseharian korban, adalah pegawai negeri sipil (PNS) Kementerian Agama Kota Bandung.

Selama 25 Tahun Tekun Sisihkan Uang, Paraji Asal Kopo Sayati Ini Akhirnya Bisa Berangkat Umrah

"Untuk sehari-harinya beliau disibukkan dengan kerja mulai dari Senin sampai Jumat pulang terus pulang malam, paling di rumah Sabtu-Minggu," kata Sumarna.

Ia mengatakan, pada Rabu (10/7/2019), suami korban, Soib (61), datang ke kantor RW melaporkan kehilangan korban sejak Minggu (7/7/2019) pagi, dan sudah melaporkan ke Polsek Cileunyi karena kehilangan kontak.

Sumarna menambahkan, pada Kamis (11/7/2019), penyidik dari Polres Banyumas datang untuk mencocokkan data, bahwa korban mutilasi adalah warga Kecamatan Cileunyi.

"Pas dicek benar sekali, itu warga di sini. Putri tunggal dan kakak kandung korban waktu itu langsung diambil sampel darah di Rumah Sakit Kramat Jati untuk dicocokan," katanya.

Dilansir Tribunnews, korban memaksa kepada DP untuk dinikahi, namun keduanya telah memiliki keluarga dan pada akhirnya DP nekat menghabisi nyawa dan memotong beberapa bagian tubuhnya.

Kapolres Banyumas, Bambang Yudhantara Salamun, mengatakan, tersangka mengenal korban melalui media sosial Facebook. Untuk mengelabui korbannya, tersangka mengaku sebagai seorang pelaut.

"Tersangka mengenal korban belum lama, baru sekitar dua bulanan, sejak sebelum lebaran kemarin, setelah tersangka keluar dari penjara," ujar Bambang.

Pelajar SMP Tewas Dibacok di Alun-alun Majalaya, Keluarga Minta Polisi Segera Tangkap Pelakunya

Bambang mengatakan, usai membunuh korban, DP kemudian membawa kabur mobil korban, kemudian roda empat berplat nomor D tersebut, selanjutnya dijual tersangka di sebuah showroom mobil di Purwokerto.

Sebelum dijual, mobil tersebut seluruh penutupnya dilepas oleh DP untuk memuluskan aksinya.

"Tersangka kami tangkap saat akan mengambil uang pembayaran mobil, jadi sudah dijual tapi belum dibayar. Tersangka akan mengambil uang Rp 100 juta," kata Bambang.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved