Tanam di Pematang Sawah, Petani di Indramayu Panen Berton-ton Tanaman Palawija dan Holtikultural

Koordinator Penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Juntinyuat, Indramayu, mengapresiasi semangat para petani di wilayahnya tersebut.

Tanam di Pematang Sawah, Petani di Indramayu Panen Berton-ton Tanaman Palawija dan Holtikultural
Tribun Cirebon/Handhika Rahman
Koordinator Penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Juntinyuat, Hj. Siti Maemunah saat menunjukkan tanaman mentimun milik petani di persawahan Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jumat (12/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Koordinator Penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Juntinyuat, Indramayu, mengapresiasi semangat para petani di wilayahnya tersebut.

Pasalnya, para memiliki semangat lebih dalam bercocok tanam, mereka menanam tanaman palawija dan holtikultural sepanjang pematang sawah.

Koordinator Penyuluh BPP Kecamatan Juntinyuat, Hj. Siti Maemunah mengatakan, demi memfasilitasi para petani itu pihaknya juga mendatangkan para pengepul untuk menjual hasil panen para petani.

"Ada pengepul semangkat, timun, kacang, dan masih banyak lagi kita datangkan langsung ke sini," ujar dia saat ditemui Tribuncirebon.com di ruangannya, Jumat (12/7/2019).

Sehingga, disampaikan Siti Maemunah, para petani di Kecamatan Juntinyuat memiliki penghasilan mulai per minggu, per bulan, dan per tahun.

Koordinator Penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Juntinyuat, Hj. Siti Maemunah (tengah) dan Ketua Kelompok Tani Sumber Pangan Segeran Juntinyuat, Ngaripin (ketiga dari kanan) saat berfoto bersama para petani di lahan persawahan di Desa Dadap Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu, Jumat (12/7/2019).
Koordinator Penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Juntinyuat, Hj. Siti Maemunah (tengah) dan Ketua Kelompok Tani Sumber Pangan Segeran Juntinyuat, Ngaripin (ketiga dari kanan) saat berfoto bersama para petani di lahan persawahan di Desa Dadap Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu, Jumat (12/7/2019). (Tribun Cirebon/Handhika Rahman)

Bahkan penghasilan yang didapat dari bercocok tanam di lahan pertanian itu sangat memuaskan.

"Makanya di sini itu pada punya penghasilan ganda, selain dari padi ada juga dari tanaman," ujar dia.

Diceritakan Siti Maemunah, saat musim panen semangka belum lama ini para petani dapat menghasilkan 21 ton semangka dalam hitungan satu hektare, dengan harga Rp 6.000 per kilogram.

Sementara itu, dirinya menyampaikan alasan para petani semangat dalam bercocok tanam karena mayoritas merupakan pemilik sekaligus penggarap sawah.

"Makanya petani di sini pikirannya itu sudah ke arah ekonomi, mereka cepat tanggap kita sosialisasi mereka langsung praktekan," ujar dia.

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved