Resmi Jadi Tersangka Kasus 'Ikan Asin', Galih Ginanjar Tolak Tandatangani Surat Penahanan

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus video 'ikan asin', Galih Ginanjar enggan menandatangani surat perintah penahanan dari kepolisian.

Resmi Jadi Tersangka Kasus 'Ikan Asin', Galih Ginanjar Tolak Tandatangani Surat Penahanan
Grid.ID/Corry Wenas Samosir
Galih Ginanjar saat digiring di Polda Metro Jaya, Jumat (12/7/2019). 

TRIBUNJABAR.ID -  Meski telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus video 'ikan asin', Galih Ginanjar enggan menandatangani surat perintah penahanan dari kepolisian.

Tetapi, hal tersebut tidak membuat penahanan Galih Ginanjar ditunda.

"Dari surat penahanan, ada satu tersangka, yaitu Galih Ginanjar tidak mau menandatangani surat perintah penahanan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, di Polda Metro Jaya, Jumat (12/7/2019).

"Tidak masalah, kemudian kita buatkan berita acara penolakan penandatanganan surat perintah penahanan, dan kita akan tetap melakukan penahanan," katanya.

Nasib Galih Ginanjar: Dulu Bersinar karena Sinetron, Kini Ditahan lantaran Kasus Bau Ikan Asin

Dilaporkan, Rey Utami, Pablo Benua, dan Galih Ginanjar resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian pada Kamis (11/7/2019) terkait kasus video 'Ikan Asin'.

Penyidik kepolisian pun telah mengeluarkan surat penahanan kepada tiga tersangka tersebut.

"Tersangka Rey, tersangka Pablo, dan tersangka Galih Ginanjar, pemeriksaan sudah dilakukan dan tadi malam sampai jam 2 pagi," ungkap kata Argo.

"Setelah selesai dilakukan pemeriksaan, kemudian penyidik membuat surat perintah penahanan," lanjutnya.

"Jadi mulai hari, tanggal hari ini, penyidik sudah mengeluarkan surat penahanan kepada ketiga tersangka," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Fairuz A Rafiq melaporkan mantan suaminya, Galih Ginanjar Ginanjar, serta pemilik akun YouTube atas nama pasangan Rey Utami dan Pablo Benua dengan sangkaan pencemaran nama baik melalui media sosial.

Ketiganya diduga melanggar Pasal 27 Ayat 1, Ayat 3 Jo Pasal 45 Ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 310, Pasal 311 KUHP.

Ancaman hukumannya lebih dari 6 tahun penjara. (Grid.ID/Corry Wenas Samosir)

Kuasa Hukum Galih Ginanjar Ada yang Mengundurkan Diri, Ternyata Ini Alasannya

Ditunjukkan Foto Putranya, Ekspresi Galih Ginanjar Berubah, Seketika Langsung Sedih

Pablo Benua Cekikikan Dilaporkan Fairuz Soal Ikan Asin, Sudah Tersangka Jadi Ciut, Minta Tak Ditahan

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved