PT Jasa Medivest Segera Kelola 24 Ton Limbah Medis per Hari di Jabar

“Ini merupakan komitmen kami sebagai BUMD Jabar, untuk dapat meningkatkan pelayanan dalam pengelolahan limbah di Jawa Barat, khususnya limbah medis,”

PT Jasa Medivest Segera Kelola 24 Ton Limbah Medis per Hari di Jabar
Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Tumpukan limbah medis di belakang gudang penyimpanan limbah medis di Desa Panguragan, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Selasa (19/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - PT Jasa Medivest (Jamed) yang merupakan anak perusahaan BUMD Jasa Sarana segera mengoperasikan incinerator II pengelolaan limbah medis B3 usai resmi mengantongi izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Direktur PT Jasa Sarana Dyah SH Wahjusari mengatakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyatakan telah terpenuhinya komitmen izin pengelolaan limbah B3 untuk Usaha Pengolahan Limbah B3 Plant 2 PT Jasa Medivest pada Rabu (10/7/2019).

“Apa yang diupayakan Jasa Sarana melalui PT Jasa Medivest (Jamed), sebagai upaya dalam melestarikan lingkungan, khususnya melalui jasa layanan publik, pemusnahan limbah medis secara terpadu. Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atas kepercayaan ini,” katanya di Bandung, Kamis (11/7/2019).

Menurut Dyah dengan dikantonginya izin tersebut maka perusahaan dengan penghargaan proper biru selama tiga tahun berturut-turut ini beroperasi dengan kesiapan penuh untuk mengelola limbah medis di Indonesia.

“Ini merupakan komitmen kami sebagai BUMD Jabar, untuk dapat meningkatkan pelayanan dalam pengelolahan limbah di Jawa Barat, khususnya limbah medis,” lanjut Dyah.

Dyah juga memastikan pihaknya terus berupaya agar sinergitas antaranak perusahaan terjalin secara profesional.

Air Sumur di Desa Bojongloa Rancaekek Menghitam, DLH Minta Warga Tak Paksakan Konsumsi Air Itu

8 Kontainer Sampah Rumah Tangga, Popok dan Botol Bekas dari Australia Akan Dikirim Balik

Penunjukan pembangunan Incinerator II di Plant Dawuan, Karawang, katanya, adalah buktinya.

“Incinerator milik PT Jasa Medivest (Jamed) merupakan buah karya konstruksi dari PT Jabar Bumi Konstruksi (JBK),” katanya.

Direktur Operasi PT Jasa Medivest Ari Putrarto mengatakan Incinerator II dapat efektif beroperasi setelah penerbitan izin dari Lembaga Pengelola dan Penyelenggara OSS. Dengan begitu, pihaknya bisa mengelola 24 ton limbah medis per hari.

“Dalam waktu dekat, kami akan melipatgandakannya dengan dimulainya konstruksi Incinerator III & IV Plant Dawuan, sehingga mampu membakar 48 ton per harinya,” katanya.

Dengan menggunakan incinerator berbasis teknologi Stepped Heart Controlled Air dengan dua proses pembakaran, Ruang pembakaran bersuhu 1.000-1.200 derajat Celcius dilengkapi alat kontrol polusi udara.

Mesin pembakaran mampu menetralkan emisi gas buang seperti partikel-partikel, acid gas, toxic metal, organic compound, CO, dioxin dan furan, sehingga gas buang yang dikeluarkan dapat memenuhi parameter standar baku emisi internasional.

Pembangunan incinerator II di Plant Dawuan bernilai investasi Rp 65 miliar dan konstruksinya dilaksanakan dalam waktu 10 bulan oleh PT Jabar Bumi Konstruksi. 

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved