Pimpinan dan Guru Pesantren di Aceh Cabuli 15 Santri, Pondok Pesantrennya Dibekukan

Seorang pimpinan dan guru sebuah pesantren di Lhokseumawe, Aceh, ditangkap setelah diduga mencabuli 15 santrinya.

Pimpinan dan Guru Pesantren di Aceh Cabuli 15 Santri, Pondok Pesantrennya Dibekukan
KOMPAS.com/MASRIADI
Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta, dalam konferensi pers di Lhokseumawe, memperlihatkan barang bukti dan tersangka dalam kasus pencabulan 15 santri yang dilakukan pimpinan pesantren dan seorang guru di Mapolres Lhokseumawe, Kamis (11/7/2019) 

TRIBUNJABAR.ID, LHOKSEUMAWE – Seorang pimpinan dan guru sebuah pesantren di Lhokseumawe, Aceh, AI (45) dan MY (26) ditangkap setelah diduga mencabuli 15 santrinya.

Kini pesantren tersebut pun dibekukan sementara oleh Pemkot Lhoksumawe, sejak 11 Juli 2019 hingga batas waktu tak ditentukan.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Lhokseumawe, Muslem, dihubungi per telepon, Jumat (12/9/2019), menyebutkan pembekuan kegiatan itu dilakukan hingga proses investigasi mendalam selesai dilakukan oleh tim Pemko Lhokseumawe.

“Kami mendengar bahwa ada santri yang sudah keluar dan tak mau lagi mengenyam pendidikan di situ. Karena itu, pemerintah harus hadir. Harus segera merespons. Kita bekukan aktivitasnya sementara waktu hingga proses investigasi selesai,” katanya.

Bejat, Pimpinan Pesantren di Aceh Diduga Cabuli 15 Santri Hingga Trauma, Korban Disuruh Lakukan Ini

Dia menyebutkan, santri yang akan pindah ke pesantren atau sekolah lain akan difasilitasi oleh Pemerintah Kota Lhokseumawe.

Selain itu, seluruh aset pesantren akan dijaga oleh Pemerintah Kota Lhokseumawe agar tidak dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

“Hari ini rencana kami datangi lokasi pesantren. Kita lihat kondisi detail aset dan lain sebagainya. Ini proses invetigasi terus dilakukan, memastikan agar santri tidak dirugikan,” katanya.

Pencabulan terhadap 15 santri

Sebelumnya diberitakan sebanyak 15 santri di Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh pimpinan pesantren berinisial AI (45) dan seorang guru berinisial MY (26).

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta, dalam konferensi pers di Lhokseumawe, Kamis (11/7/2019), mengatakan bahwa keduanya kini telah ditangkap.

Halaman
1234
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved