Korban Mutilasi di Banyumas

Perempuan Asal Cileunyi Dimutilasi di Banyumas, Jajaran Kemenag Kota Bandung Gelar Doa Bersama

Perempuan korban mutilasi di Banyumas KW (51) disebut 90 persen merupakan ASN Kemenag Kota Bandung.

Perempuan Asal Cileunyi Dimutilasi di Banyumas, Jajaran Kemenag Kota Bandung Gelar Doa Bersama
Tribun Jabar/Hilda Rubiah
jajaran Kemenag Kota Bandung menggelar doa bersama bertempat di Masjid Al Ikhlas Kemenag kota Bandung, Jumat (12/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilda Rubiah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Perempuan korban mutilasi di Banyumas KW (51) yang disebut Polisi berasal dari Cileunyi, Bandung dipastikan 90 persen merupakan ASN Kemenag Kota Bandung.

Setelah mendapatkan konfirmasi dari pihak Mabes Polri dan keluarga terkait, jajaran Kemenag Kota Bandung pun langsung menyatakan turut berduka cita.

Tak hanya itu, semua jajaran Kemenag Kota Bandung menggelar doa bersama bertempat di Masjid Al Ikhlas Kemenag kota Bandung, Jumat (12/7/2019).

Saat Tribun Jabar ikut serta dalam doa bersama tersebut, tampak jajaran Kemenag Kota Bandung berdoa dengan khidmat.

Humas Kemenag Kota Bandung, Agus Saparudin, mengatakan pihaknya turut berbela sungkawa atas wafatnya KW (51) yang telah hilang sejak Senin (7/7/2019).

"Kami melaksanakan doa bersama untuk beliau, dan keluarga agar tabah," ujar Humas Kemenag Kota Bandung, Agus Saparudin.

Perempuan Korban Mutilasi di Banyumas Disebut Merupakan ASN Kemenag Kota Bandung

Perempuan Asal Bandung Korban Mutilasi Dibunuh di Bogor, Dimutilasi di Tengah Perjalanan ke Banyumas

Agus mengatakan, semua rekan kerjanya di Kemenag pun merasa kaget dan merasa setengah tidak percaya dengan kejadian yang menimpa KW.

Pasalnya, sosok KW dikenal sebagai pribadi yang baik, ramah, ceria dan tidak ada tanda-tanda memiliki masalah.

Meski sudah melakukan doa bersama dan mengucapkan turut berduka cita, diakui Agus, jajaran Kemenag masih menunggu hasil resmi dari Mabes Polri dan tes DNA yang dilakukan pihak keluarga.

Selain itu Agus, berharap, pelaku dapat segera mendapatkan proses hukum yang berlaku.

Penulis: Hilda Rubiah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved