Mengantisipasi Macan dari Gunung Sawal Masuk Permukiman Saat Kemarau, BKSDA Bentuk Tim Quick Respons

Saat kemarau, potensi macan turun dari Gunung Sawal dan masuk kampung sangat besar. BKSDA pun membentuk tim Quick Respons.

Mengantisipasi Macan dari Gunung Sawal Masuk Permukiman Saat Kemarau, BKSDA Bentuk Tim Quick Respons
Tribun Jabar/Andri M Dani
Sejumlah macan tutul dan macan kumbang penghuni Gunung Sawal terlacak kamera pengintai. Ada 9 ekor macan yang keberadaannya terlacak 18 kamera pengintai di hutan suaka marga satwa Gunung Sawal tahun 2019. 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS - Mengantisipasi adanya macan, baik macan tutul maupun macan kumbang, keluyuran masuk kampung di sekitar Gunung Sawal pada musim kemarau ini, pihak BKSDA Wilayah III Jabar di Ciamis membentuk tim quick respons.

Tim quick respons ini siaga 24 jam dan juga melakukan patroli serta stand by menerima laporan dari masyarakat.

“Ada 12 petugas polhut Resort Gunung Sawal yang disiagakan. Mereka dibantu oleh berbagai elemen masyarakat di tiap desa sekitar Gunung Sawal, juga para aktivis pencinta lingkungan yang tergabung dalam Raksa Giri Sawala,” ujar Kepala Bidang BKSDA Wilayah III Jabar di Ciamis, Himawan Sasongko, kepada Tribun Jabar Jumat (12/7/2019).

Fenomena adanya macan yang turun gunung keluyuran ke kebun warga dan masuk  kampung pada musim kemarau hal yang lumrah terjadi. Itu sudah banyak diketahui oleh masyarakat sekitar kawasan hutan Gunung Sawal.

Penyebabnya banyak faktor, misalnya karena mencari mangsa, mencari air atau induk macan mengajari anaknya yang remaja berburu mangsa.

Atau bisa juga karena macan yang kalah mencari territorial baru. Dan musim kemarau bagi pasangan macan indentik musim kawin.

Yang berbeda, kata Himawan, adalah sikap warga saat mengadapi adanya macan yang nyasar masuk kampung. Ada warga yang menganggap hal tersebut sebagai fenomena biasa dan kemudian melaporkannya ke petugas. Tapi ada pula yang menganggap fenomena tersebut sebagai ancaman dan menimbulkan kepanikan.

Reaksi yang muncul  adalah perbuatan melawan hukum seperti memasang perangkap, menjerat bahkan pernah terjadi ada macan yang ditembak hingga mati.

“Kami tak ini ingin kejadian serupa terulang. Makanya sekarang ada Tim Reaksi Cepat (Tim Quick Respon) di tiap desa kawasan hutan sudah ada relawan yang siap memberikan informasi begitu ada kejadian macan masuk ke kebun atau pemukiman warga. Petugas harus lebih cepat ada di lokasi sebelum warga melakukan tindakan melawan hukum. Tim ini tidak hanya melibatkan petugas tetapi juga melibatkan masyarakat,”  katanya.

Sejumlah macan tutul dan macan kumbang penghuni Gunung Sawal terlacak kamera pengintai. Ada 9 ekor macan yang keberadaannya terlacak 18 kamera pengintai di hutan suaka marga satwa Gunung Sawal tahun 2019.
Sejumlah macan tutul dan macan kumbang penghuni Gunung Sawal terlacak kamera pengintai. Ada 9 ekor macan yang keberadaannya terlacak 18 kamera pengintai di hutan suaka marga satwa Gunung Sawal tahun 2019. (Tribun Jabar/Andri M Dani)

Tim tersebut, kata Himawan, siap melakukan upaya penghalauan macan bila ada macan masuk kampung.

Halaman
12
Penulis: Andri M Dani
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved