Gara-gara Kentut Saat Sembunyi, Buronan Kasus Kepemilikan Zat Terlarang Ditangkap Polisi

Gara-gara suara kentut, seorang buronan kasus kepemilikan zat terlarang ditangkap penegak hukum di negara bagian Missouri, AS.

Gara-gara Kentut Saat Sembunyi, Buronan Kasus Kepemilikan Zat Terlarang Ditangkap Polisi
TRIBUN JABAR/DICKY FADIAR DJUHUD
ILUSTRASI penangkapan, tersangka diborgol 

TRIBUNJABAR.ID, LIBERTY - Gara-gara suara kentut, seorang buronan kasus kepemilikan zat terlarang ditangkap penegak hukum di negara bagian Missouri, Amerika Serikat.

Dilansir dari Kompas.com yang mengutip New York Post, hal itu terungkap melalui postingan media sosial Departemen Sherif Clay County.

"Jika Anda mendapat surat perintah penangkapan atas kejahatan yang Anda lakukan, petugas polisi sedang mencari Anda,"

"Dan Anda tidak sengaja mengeluarkan gas dengan suara yang sangat keras sampai memberitahukan tempat persembunyian Anda,"

Politisi Malaysia Paul Young Diduga Perkosa WNI, Korban Kini Masih Trauma

"Maka Anda pasti sedang memiliki hari yang menyebalkan. Ini benar-benar terjadi," tulis kantor sherif dalam unggahannya yang disertai foto petugas sedang melakukan pencarian di kawasan hutan dengan membawa anjing pelacak.

Petugas tidak merilis nama tersangka yang ditahan maupun memberi informasi lebih lanjut mengenai kasus ini, selain bahwa tersangka dicari atas kasus kepemilikan zat terlarang.

"Kami harus memberi bantuan kepada Departemen Kepolisian Liberty untuk menggunakan indera mereka dan menangkap tersangka," kata sherif kepada St Louis Fox 2, yang menghubungi petugas dan mencoba mendapat informasi lebih lanjut mengenai kasus ini.

Departemen Kepolisian Kota Liberty mengaku terheran-heran dengan kasus ini, mengatakan tersangka sedang sial.

Tidak ada pihak yang terluka dalam penangkapan tersebut. (Kompas.com/Agni Vidya Perdana)

Langka, Di Tengah Banyak Orang Korut Membelot ke Korsel, Pria Korsel Ini Malah Membelot ke Korut

Keren, Remaja Usia 12 Tahun Sudah Menulis 135 Judul Buku Bertemakan Agama dan Biografi

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved