Dinas Kesehatan Jabar Merancang Formula Khusus Penanganan Stunting

Kita harap stunting di Jabar bisa sampai di bawah 20 persen dalam beberapa tahun lagi," kata Berli Hamdani di Kantor Dinas Kesehatan

Dinas Kesehatan Jabar Merancang Formula Khusus Penanganan Stunting
Tribun Jabar/Muhammad Syarif Abdussalam
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Berli Hamdani Gelung Sakti. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Berli Hamdani Gelung Sakti, mengatakan penurunan angka prevalensi stunting balita di Jawa Barat ini memang tidak sebesar penurunan angka stunting secara nasional.

Namun, penurunan angka lima tahun ini terbilang sukses bagi Jawa Barat yang berpenduduk hampir 50 juta orang atau nyaris 20 persen total penduduk Indonesia.

"Data terakhir pada 2018 angka stunting di Jabar masih 31,1 persen, lebih tinggi dari angka nasional yang sudah turun dari 37,2 persen pada 2013 menjadi 30,8 persen pada 2018. Dari tahun sebelumnya memang di Jabar cenderung menurun, tapi cuma sedikit. Kita harap stunting di Jabar bisa sampai di bawah 20 persen dalam beberapa tahun lagi," kata Berli Hamdani di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Jumat (28/6).

Untuk bisa mewujudkan angka stunting di bawah 20 persen tersebut, katanya, berbagai pihak yang terlibat dalam upaya penanganan stunting harus bisa menekan angka kasus baru stunting sampai mencapai status zero stunting.

Inilah satu-satunya kendala yang harus ditangani supaya angka stunting terus tertekan turun.

"Kami sedang intens, bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti dunia usaha, profesional, serta Ikatan Dokter Ahli Anak Indonesia baik di Jabar maupun nasional, merancang formula khusus untuk penanganan anak yang sudah kena stunting dan pencegahan kasus baru," kata Berli Hamdani.

Menggiatkan Unsur Pentahelix, Pemprov Jabar Optimistis Angka Stunting Turun

Kampanyekan Pencegahan Stunting, Ahli Gizi Minta Gadis Remaja Lakukan Hal Ini

Tahun ini, pihaknya fokus penanganan stunting yang dialami bayi usia di bawah dua tahun.

Ke depannya, pihaknya akan melengkapi dengan program untuk ibu hamil dengan usia kehamilan sampai 22 minggu, melalui intervensi asupan gizi seimbang, zat mikro, dan protein.

Berdasarkan peta stunting hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) 2017, Kabupaten Garut tercatat sebagai daerah dengan prevalensi stunting tertinggi di Jabar, yakni 43,2 persen.

Halaman
12
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved