Air Sumur di Desa Bojongloa Rancaekek Menghitam, DLH Minta Warga Tak Paksakan Konsumsi Air Itu

"Untuk minum sendiri ada standarnya, ini melebihi standar, tidak direkomendasikan untuk diminum. Kementeriam Kesehatan telah memliki parameter untuk a

Air Sumur di Desa Bojongloa Rancaekek Menghitam, DLH Minta Warga Tak Paksakan Konsumsi Air Itu
Tribun Jabar/ Hakim Baihaqi
Warga Kampung Babakan Jawa, Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, mengeluhkan kondisi air sumur yang berubah warna menjadi hitam sejak dua bulan terakhir. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung, mengimbau kepada warga Kampung Babakan Jawa, Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, untuk membatasi penggunaan air sumur yang tercemar limbah.

Kepala Seksi Penaatan Hukum Lingkungan DLH Kabupaten Bandung, Robby Dewantara, mengatakan bahwa untuk kebutuhan konsumsi, masyarakat diminta untuk tidak memanfaatkan air tersebut.

"Untuk minum sendiri ada standarnya, ini melebihi standar, tidak direkomendasikan untuk diminum. Kementeriam Kesehatan telah memliki parameter untuk air minum," kata Robby di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (12/7/2019).

DLH Kabupaten Bandung Sebut 3 Sumur Warga di Babakan Jawa Rancaekek Tercemar Limbah

Robby mengatakan, kandungan koli di dalam air tersebut sangat tinggi, sehingga tidak bisa dikonsumsi, meskipun beberapa warga di Kampung Babakan Jawa telah melakukan upaya penyaringan.

Ia mengatakan, untuk kebutuhan yang tidak berhubungan dengan kesehatan, masih bisa dipergunakan, salah satunya untuk penyiraman tanaman atau kebutuhan non-konsumsi.

"Untuk kebutuhan yang tidak berhubungan dengan kesehatan, silahkan saja," katanya.

Warga Kampung Babakan Jawa, Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, terpaksa membeli air galon isi ulang untuk kebutuhan sehari-hari, lantaran air sumur di kampung tersebut berubah warna menjadi hitam.

Kondisi tersebut terjadi tepatnya di lingkungan Rukun Warga (RW) 12, diduga terdampak pencemaran dari Sungai Cikijing yang melintang di Kampung Babakan Jawa.

Air Sumur Tercemar dan Air Sungai Rancacili Menghitam, Warga Sekitar Gatal-gatal

Selain berwarna hitam pekat, kondisi air di sumur-sumur warga itu pun mengeluarkan aroma tidak sedap serta kerap kali mengeluarkan busa, kondisi tersebut terjadi sejak dua bulan terakhir.

Dedeh (49), warga Kampung Babakan Jawa, mengatakan bahwa sejak air sumur mengalami perubahan warna, ia beralih menggunakan air galon kemasan, tak tanggung-tanggung dalam sebulan mampu menghabiskan sebanyak 30 galon.

Air galon tersebut, ia gunakan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci, memasak, hingga konsumsi.

"Sebulan sekitar Rp 200 ribu untuk air bersih dan itu pun pakainya harus irit," kata Dedeh kepada Tribun Jabar di Kampung Babakan Jawa, Minggu (7/7/2019).

Dedeh mengatakan, sebelumnya kondisi air di sumurnya itu dalam kondisi jernih dan setiap harinya digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari minum, mencuci, masak, hingga mandi.

Ia menambahkan pada dua bulan lalu, perubahan kondisi air berubah secara berangsur, awalnya hanya mengalami perubahan keruh kecokelatan, namun saat ini menjadi warna hitam pekat dan berbau serupa lumpur selokan.

Air Sumur di Rancaekek Menghitam, DLH Kabupaten Bandung Selidiki dan Beberkan Kemungkinan Penyebab

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved