2 Tahun Setelah STNK Mati, Registrasi Kendaraan Dihapus Tapi Harus Sesuai Ketentuan Ini

Kepolisian masih terus menyosialisasikan aturan penghapusan data kendaraan bermotor dua tahun setelah masa berlaku STNK habis.

2 Tahun Setelah STNK Mati, Registrasi Kendaraan Dihapus Tapi Harus Sesuai Ketentuan Ini
DOKUMENTASI SRIWIJAYA POST
Illustrasi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Kepolisian masih terus menyosialisasikan aturan penghapusan data kendaraan bermotor dua tahun setelah masa berlaku STNK habis.

"Masih sosialisasi sampai masyarakat tahu tentang aturan itu," ujar Direktur Ditlantas Polda Jabar, Kombes M Aris via ponselnya, Jumat (21/7/2019).

‎Kebijakan tersebut sudah diatur di Undang-undang Lalu Lintas Angkutan Jalan.

Ia mengatakan bahwa masa berlaku STNK dalam satu periode adalah lima tahun. Jika dua tahun setelah masa berlaku habis, maka registrasi kendaraan tersebut akan dihapus.

"Artinya, dua tahun setelah STNK mati. Tapi tidak serta merta langsung dihapus, ada langkah-langkah lanjutan dulu," ujar Aris.

Polisi akan menghubungi pemilik kendaraan bermotor tersebut untuk mengkonfirmasi ulang. Apakah kendaraannya hilang, sudah dijual beralih tangan, atau sudah tidak laik operasi.

"Jadi tidak serta merta setelah dua tahun langsung dihapus, enggak seperti itu. Intinya sekarang masih sosialisasi," ujarnya.

Mengantisipasi Macan dari Gunung Sawal Masuk Permukiman Saat Kemarau, BKSDA Bentuk Tim Quick Respons

Aktivitas Mencurigakan di Rumah Kontrakan di Purwakarta, Ternyata Tempat Jualan Miras

Korban Mutilasi di Banyumas Berasal dari Cileunyi Bandung, Dibunuh dan Mobil Dijual

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved