Yusril Ihza Mahendra Jadi Pembela Habil Marati, Tersangka Kasus Rencana Pembunuhan 4 Pejabat

Kemarin, Rabu (10/7/2019), Yusril Ihza Mahendra mendatangi Polda Metro Jaya untuk menemui Habil Marati.

Yusril Ihza Mahendra Jadi Pembela Habil Marati, Tersangka Kasus Rencana Pembunuhan 4 Pejabat
Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Yusril Ihza Mahendra saat ditemui sebelum persidangan di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (20/6/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Advokat Yusril Ihza Mahendra mengaku telah ditunjuk sebagai kuasa hukum Habil Marati.

Diketahui, Habil Marati adalah tersangka penyandang dana dalam kasus dugaan rencana pembunuhan terhadap empat pejabat tinggi negara.

Kemarin, Rabu (10/7/2019), Yusril Ihza Mahendra mendatangi Polda Metro Jaya untuk menemui Habil Marati.

"Beliau (Habil Marati) ingin saya menjadi penasihat hukum beliau sehubungan dengan masalah yang sedang dihadapinya saat ini. Saya mau komunikasi langsung dengan Pak Habil dan setelah saya pelajari, saya terima permintaan beliau," kata Yusril Ihza Mahendra di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, kemarin.

Selanjutnya, Yusril Ihza Mahendra akan berkoordinasi dengan penyidik Polda Metro Jaya guna mengetahui alasan penyidik menetapkan Habil sebagai tersangka.

Ia pun menjamin kasus yang menjerat Habil Marati akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

Yusril Ihza Mahendra: Tak Ada Lagi Alasan Tolak Keputusan Mahkamah Konstitusi

Kivlan Zen Akui Terima Uang dari Habil Marati, Kuasa Hukum Sebut Hanya untuk Demo

"Tentunya saya akan bertanya kepada penyidik di Polda untuk mengetahui secara pasti apa hasil yang didapat oleh penyidik sehubungan dengan penyidikan kasus Bapak Habil. Beliau kan sudah dinyatakan sebagai tersangka," katanya.

Polisi menangkap Habil Marati pada 29 Mei 2019 di rumahnya pada kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Menurut Polri, Habil Marati berperan memberikan sejumlah uang untuk membeli senjata kepada tersangka lain, yaitu Mayjen (Purn) Kivlan Zen.

Oleh karena itu, Habil Marati ditetapkan sebagai tersangka penyandang dana dalam kasus dugaan rencana pembunuhan terhadap empat pejabat tinggi negara.

Senjata tersebut diduga akan digunakan dalam melancarkan aksi rencana pembunuhan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan, Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere, dan Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya. (Rindi Nuris Velarosdela)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Yusril Ihza Mahendra Jadi Kuasa Hukum Tersangka Kasus Rencana Pembunuhan Pejabat"

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved