Ratna Sarumpaet Mengaku Bohong

Sidang Vonis Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet Digelar Hari Ini, Pengacara Ratna Berharap Begini

Sidang vonis kasus hoaks Ratna Sarumpaet akan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2019).

Sidang Vonis Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet Digelar Hari Ini, Pengacara Ratna Berharap Begini
Gita Irawan/Tribunnews.com
Terdakwa penyiaran berita bohong yang menerbitkan keonaran, Ratna sarumpaet, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (14/5/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Sidang vonis kasus hoaks Ratna Sarumpaet akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2019).

Pengacara Ratna Sarumpaet, Desmihardi, berharap majelis Hakim memutuskan kasus itu berdasarkan fakta persidangan.

Menurut Desmihardi, klienya tidak terbukti melakukan keonaran atas kebohonganya.

"Kami harap majelis hakim benar-benar mendasarkan putusannya pada fakta persidangan dan keyakinan hakim yang didapat dari fakta persidangan bahwa keonaran sesuai dakwaan JPU tidak pernah terjadi dan tidak terbukti," kata Desmihardi, Rabu (10/7/2018).

Penasihat Hukum Ratna Sarumpaet Sebut Tuntutan JPU Lebih Berat dari Hukuman untuk Koruptor

Sementara itu, salah satu Jaksa Penuntut Umum (JPU), Dare Tri Sadono, berharap hakim bisa memvonis terdawak sesuai pasal dan hukum dalam pembacaan tuntutan sebelumnya.

"Kami berharap majelis hakim memutuskan seperti tuntutan JPU. Terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana seperti dalam Pasal 14 ayat 1 UU No 1 tahun1946. Selanjutnya dijatuhi hukuman pidana penjara seperti dalam requistor kami," kata Daroe secara terpisah kemarin.

JPU menuntut Ratna Sarumpaet agar dihukum 6 tahun penjara.

"Terdakwa Ratna terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan menyiarkan berita bohong dengan sengaja menerbitkan ke masyarakat," kata jaksa saat membacaan tuntutan.

Jaksa menilai Ratna bersalah menyebarkan berita bohong soal penganiayaan didirnya.

Karena itu, jaksa menganggap Ratna telah melanggar pasal pidana yang diatur dalam Pasal 14 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana soal Penyebaran Berita Bohong.

(Kompas.com/Walda Marison)

Ratna Sarumpaet Kapok Kritik Pemerintah dan Pilih Urus Cucu, Tak Ambil Pusing Prabowo-Sandi Kalah

Kuasa Hukum Yakin Ratna Sarumpaet Divonis Bebas

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved