Menggiatkan Unsur Pentahelix, Pemprov Jabar Optimistis Angka Stunting Turun

Data Riskesdas 2013-2018, jumlah kasus stunting balita di Jawa Barat terus menurun. Pada 2013, tercatat 35,3 persen balita mengalami stunting

Menggiatkan Unsur Pentahelix, Pemprov Jabar Optimistis Angka Stunting Turun
Tribun Jabar/Muhammad Syarif Abdussalam
Ketua Tim Penggerak Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya, (kanan) dalam Kampanye Gerakan Pencegahan Stunting di Lapangan Gasibu Bandung, 18 November 2018, "pendirian fondasi" oleh unsur pentahelix untuk mempercepat penurunan angka kasus stunting di Jawa Barat. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Adbussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejak pertengahan 2018, mulai dari presiden sampai pejabat daerah tidak jarang menyinggung masalah stunting dalam pidato atau rapat kerjanya.

Kata stunting pun semakin populer dan banyak dibahas di media massa, media sosial, serta dibicarakan di masyarakat luas.

Stunting berarti kondisi badan seseorang, khususnya balita, di bawah batas normal tinggi badan seusianya.

Selama in, dalam Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan RI, stunting atau tumbuh pendek merupakan salah satu proporsi status gizi balita yang mendapat perhatian khusus, selain kurang gizi atau underweight dan tumbuh kurus atau wasting.

Berdasarkan data Riskesdas 2013-2018, jumlah kasus stunting balita di Jawa Barat terus mengalami penurunan. Pada 2013, tercatat 35,3 persen balita mengalami stunting di Jawa Barat.

Pada 2018, angkanya menurun menjadi 31,1 persen atau turun 4,2 persen dalam kurun waktu lima tahun.

Fondasi yang kuat pun didirikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai 18 November 2018, dalam Kampanye Gerakan Pencegahan Stunting di Lapangan Gasibu Bandung. Ini bertujuan mempercepat penurunan kasus stunting di Jawa Barat.

Targetkan 2023 Bebas Stunting, Pemkab Tasikmalaya Fokus Pengurangan Kasus di 6 Kecamatan

Kampanyekan Pencegahan Stunting, Ahli Gizi Minta Gadis Remaja Lakukan Hal Ini

 Komitmen di bidang kesehatan ini diawali tidak lebih dari 100 hari setelah Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023.

Hal itu menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki political will yang sangat serius dalam menangani masalah gizi pada balita ini. 

Halaman
1234
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved