2 Kepala Daerah di Sumbar yang akan Ibadah Haji sebagai Tim Pemandu Akhirnya Batal, Ini Alasannya

Dua orang kepala daerah di Sumatera Barat, yaitu Wali Kota Sawahlunto Deri Asta dan Bupati Agam Indra Catri batal berangkat haji sebagai TPHD 2019

2 Kepala Daerah di Sumbar yang akan Ibadah Haji sebagai Tim Pemandu Akhirnya Batal, Ini Alasannya
Wikimapia.org
Ka’bah di Mekkah, Arab Saudi. 

TRIBUNJABAR.ID, PADANG - Dua orang kepala daerah di Sumatera Barat, yaitu Wali Kota Sawahlunto Deri Asta dan Bupati Agam Indra Catri batal berangkat haji sebagai Tim Pemandu Haji Daerah ( TPHD) 2019 Embarkasi Haji Padang. 

Dua kepala daerah itu dikutip dari Kompas.com, terganjal izin dari Kemendagri yang tertuang dalam Surat Kemendagri tertanggal 2 Juli 2019 kepada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno yang menegaskan kepala daerah yang melaksanakan perjalanan haji/umrah harus menggunakan biaya sendiri.

"Saya memang sudah ditunjuk Pemprov Sumbar menjadi TPHD. Telah lulus serangkaian tes dan naik haji tahun ini. Tapi karena ada aturan itu, terpaksa saya batal berangkat," kata Wali Kota Sawahlunto Deri Asta yang dihubungi Kompas.com, Kamis (11/7/2019). 

VIDEO Pasutri Berusia 92 Tahun Ini Nabung Selama 57 Tahun untuk Pergi Haji

Deri Asta dijadwalkan berangkat ke Makkah pada kloter 9 Embarkasi Padang dengan 393 orang jemaah calon haji (JCH) asal Kota Sawahlunto, Bukittinggi, dan Kota Padang.  

Kloter 9 dijadwalkan masuk Asrama Haji pada Sabtu (13/7/2019) dan bertolak ke Madinah pada Minggu (14/7/2019). 

"Kita harus patuh kepada aturan itu dan membatalkan keberangkatan. Ini mungkin belum jodoh saya, tapi saya sudah mendaftar secara reguler. Insya Allah tahun 2021 jadwal berangkat," kata Deri.

Deri sangat menyayangkan tidak sinkronnya Pemprov Sumbar dengan Kemendagri sehingga akhirnya membuat ia batal berangkat haji. 

"Kalau memang ada aturan tersebut, harusnya diberitahu jauh-jauh hari sehingga bisa memastikan bisa ikut atau tidak tes yang dilaksanakan Pemprov Sumbar untuk TPHD itu," kata Deri. 

Terima Koper Haji di Kebun, Wa Sego pun Menangis, Penantian Naik Haji Terwujud

Setelah dinyatakan lulus, ketika mengurus izin ternyata harus membayar dengan biaya sendiri. Padahal TPHD dibiayai pemerintah. 

"Di sinilah letak persoalannya. Saya sendiri sudah mendaftar secara reguler sehingga saya batalkan untuk naik haji tahun ini dari TPHD," kata Deri. 

Sementara itu, Bupati Agam Indra Catri masuk ke kloter III yang berangkat pada Selasa (9/7/2019). 

Indra Catri juga batal berangkat dengan alasan mengundurkan diri kendati juga sudah lulus tes TPHD.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Harus Biaya Sendiri, 2 Kepala Daerah di Sumatera Barat Batal Naik Haji

Persija Jakarta Vs Persib Bandung Berbagi Poin, Rene Mihelic Sebut Maung Bisa Menang Jika . . .

Cerita Rene Mihelic Naik Rantis saat Persib akan Kontra Persija, Diakui Jadi Pengalaman Pertamanya

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved