Pasutri Berusia 92 Tahun Ini Nabung Selama 57 Tahun untuk Pergi Haji, Sekali Nabung Rp 5.000

Demi bisa menunaikan rukun Islam yang kelima yakni ibadah haji, pasangan suami istri (Pasutri) Irah dan Kosim

Pasutri Berusia 92 Tahun Ini Nabung Selama 57 Tahun untuk Pergi Haji, Sekali Nabung Rp 5.000
Tribunjabar/Hilman Kamaludin
Kosim dan Irah daat ditemui Tribun Jabar di kediamannya, Rabu (10/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Demi bisa menunaikan rukun Islam yang kelima yakni ibadah haji, pasangan suami istri (Pasutri) Irah dan Kosim yang berprofesi sebagai petani harus menabung kurang lebih selama 57 tahun.

Warga Kampung Jalupang, RT 02/03, Desa Girimukti, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ini mulai menabung untuk naik haji sejak tahun 1962. Itupun dari sisa memenuhi kebutuhannya, sehingga tidak banyak uang yang bisa ditabung tetapi itu rutin dilakukan.

Saat ditemui Tribun Jabar di kediamannya, Rabu (10/7/2019), Kosim dan Irah yang masing-masing sudah berusia 92 tahun ini terlihat masih sehat, bicaranya pun terdengar masih jelas serta lantang dan mereka tampak menunjukan kesiapannya untuk ibadah haji.

"Nabung sejak usia 35 tahun dari hasil tanam padi dan jagung, tapi itu juga sisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Nabungnya di rumah saja karena tidak besar, paling Rp 5.000 dan Rp 10.000 sekali nabung," ujar Kosim.

Setelah uang yang ditabung jumlahnya cukup besar, mereka pun menyuruh anak-anaknya untuk menabungkan uang tersebut di bank dan hal itu dilakukan hingga tahun 2019 ini.

Ribuan Bobotoh Nobar Persija Jakarta vs Persib Bandung di Lapangan Gasibu

Kosim mengaku, sejak pertama kali menabung sama sekali tidak ada niat mengambil uang yang sudah terkumpul itu digunakan untuk keperluan lain karena sudah ada niat dan bertekad digunakan untuk berhaji.

"Ingin naik haji itu memang sejak muda, tapi karena terkendala biaya kami berdua sepakat untuk menabung, jadi Alhamdulillah uangnya terkumpul hingga bisa daftar haji," katanya.

Kosim mengatakan, setelah uangnya cukup untuk biaya haji, pada akhir tahun 2013 mereka mendaftar haji melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) di Batujajar dengan dibantu anaknya.

"Untuk mendaftar haji itu, semuanya diurusin anak mulai dari persyaratan hingga pembayaran, karena saya tidak mengerti, yang penting selesai, tinggal berangkat saja," katanya.

Pasutri yang memiliki tiga anak, enam cucu dan tiga buyut ini akan berangkat untuk melaksanakan ibadah haji pada 23 Juli 2019 dan mereka sudah mempersiapakan segalanya, terutama kesehatan fisik.

Dibuat Langsung Gunakan Tangan, Ini Keunggulan Roti Canai Gempol Dibanding Roti Canai Lain

Kosim sebetulnya tidak memiliki masalah kesehatan, tetapi istrinya, Irah sejak empat tahun yang lalu kerap mengalami sakit pada kedua kakinya karena mengidap penyakit reumatik.

"Alhamdulillah sampai sekarang sehat, selalu cek kesehatan ke dokter agar pas berangkat tidak ada masalah kesehatan," kata Kosim.

Irah menambahkan, saat ini ia selalu rutin ke puskesmas terdekat untuk perawatan kakinya yang selalu mengalami sakit. Tetapi ia yakin akan kuat untuk menjalankan ibadah haji nanti.

"Pasti kuat, harus kuat karena sudah menabung sejak lama untuk bisa ibadah haji ini. Doakan saja semoga semuanya lancar dan bisa kembali lagi ke kampung halaman," kata Irah.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved