Inspiratif, Polisi di Belu Modifikasi Motor Dinas Jadi Perpustakaan Mini untuk Anak Putus Sekolah

Menggunakan motor tersebut, ia membawa buku bacaan untuk anak-anak di desa tersebut agar mereka bisa belajar membaca dan menulis.

Inspiratif, Polisi di Belu Modifikasi Motor Dinas Jadi Perpustakaan Mini untuk Anak Putus Sekolah
Antaranews via Kompas.com
Polisi Bhabinkamtibmas Aipda Abraham Doeka (kanan) mengajari anak-anak yang putus sekolah untuk belajar membaca di desa Kabulak, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, NTT Selasa (9/7/2019) 

TRIBUNJABAR.ID, BELU - Demi membantu anak-anak putus sekolah di daerahnya, seorang Bhabinkamtibmas di Polsek Kakuluk Mesak, Polres Belu, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur Aipda Abraham Doeka, menyulap motornya jadi perpustakaan mini.

Motor yang dimodifikasinya pun merupakan motor dinas yang sehari-hari ia gunakan untuk bekerja.

Menggunakan motor tersebut, ia membawa buku bacaan untuk anak-anak di desa tersebut agar mereka bisa belajar membaca dan menulis.

Selain itu Aipda Abraham Doeka juga mengajar anak-anak di Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak.

Saat ditemui di tempatnya mengajar, Rabu (10/7/2019), Aipda Abraham mengaku prihatin dengan masa depan anak-anak di desa itu yang tak bersekolah dan putus sekolah

"Anak-anak di desa ini, karena jarak dari desa ini ke sekolah jauh, mengakibatkan mereka malas sekolah, akhirnya putus sekolah. Oleh karena itu setiap hari, usai kerja saya datang ke sini membawa buku bacaan untuk bantu mereka membaca," kata dia.

Ayah Bejat Cabuli 2 Anak Kandung Sekaligus dalam 3 Tahun, Korban Sempat Diancam

Boks motor dinasnya disulap menjadi perpustakaan mini sejak tahun 2016 lalu. Dia mengisinya dengan buku bacaan anak-anak.

Buku-buku bacaan yang ia bawa tersebut diperolehnya dari seorang teman yang ada di Komunitas Baca NTT.

"Kebetulan saya memiliki kenalan di Komunitas Baca NTT yang setia menyumbangkan buku bacaan dan dibagikan kepada anak-anak untuk dibaca. Sehingga saya bisa dapat bantuan buku," kata dia.

Untuk belajar, mereka terpaksa melakukannya di luar rumah, karena rumah yang dipinjam tidak menampung jumlah anak-anak yang datang.

Halaman
12
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved