Breaking News:

Demi Sang Adik, Gadis di Kalbar Tawarkan Ginjal Melalui Facebook, Pernah Ingin Keliling Jual Ginjal

Gadis asal Kalbar itu mengutarakan niat menjual ginjalnya demi membiayai pengobatan sang adik yang sedang sakit parah.

shutterstock
Ilustrasi menjual ginjal--- Seorang gadis di Kalimantan Barat ( Kalbar ) mendadak viral di media sosial setelah mengunggah niat untuk menjual ginjal. 

TRIBUNJABAR.ID- KUBU RAYA- Seorang gadis di Kalimantan Barat ( Kalbar ) mendadak viral di media sosial setelah mengunggah niat untuk menjual ginjal.

Nama gadis itu Rina Maelani (19). Ia mengutarakan niat menjual ginjalnya demi membiayai pengobatan sang adik, Bery Agustustina (16), yang sedang sakit parah.

Bery Agustustina (16) mengalami sakit parah selama setahun terakhir. 

Demi membantu pengobatan adiknya itu, Rina Maelani menawarkan ginjal melalui unggahan di Facebook.

Ia berharap, cara itu bisa menyelamatkan dan menyembuhkan sang adik dari penyakit yang menggerogoti.

"Memang sudah lama mau jual ginjal saya, sempat buat tulisan dan mau keliling kota untuk menjual ginjal saya tapi dilarang orangtua. Kemarin saya buat di Facebook tanpa sepengetahuan orangtua saya," katanya ditemui di rumahnya di Desa Radak Baru, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya (KKR), Kalbar), Rabu (10/07/2019) pagi WIB.

Anak kedua dari lima bersaudara itu berniat menjual ginjal untuk pengobatan sang adik yang menderita sakit komplikasi, paru-paru, hati, dan penyakit lainnya.

Anaknya Sakit Tumor Otak, Pria asal Karimun Ini Rela Jual Ginjal untuk Biaya Berobat, Fotonya Viral

Biaya Pengobatan Bayinya Gratis, Rafika Dewi Batal Jual Ginjal: Alhamdulillah, Jalan Lain dari Allah

"Saya cuma mau adik saya sembuh, gimana pun caranya. Karena kekurangan biaya, saya mau jual ginjal saya, supaya adik saya bisa berobat dan sembuh. Harapannya adik saya bisa sehat kembali, biar tidak kurus dan tidak kesakitan begini lagi," kata Rina Maelani dengan wajah sendu.

Berawal dari seringnya Bery mengalami demam dan tipus sejak SMP.

Kini Bery yang seharusnya sudah masuk SMA, hanya bisa terbaring lemah menahan sakit di atas kasur tipisnya.

Halaman
123
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved