VIDEO Embung Sarwadadi Cirebon Kering, Persawahan di Sekitarnya Mengalami Puso

Embung Sarwadadi tersebut mengairi persawahan di empat desa yaitu Sarwadadi seluas 80 hektare, Wanasaba dan Kubang seluas 45 hektare, dan Sampiran 30

Penampung air atau embung di Desa Sarwadadi, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon mengalami kekeringan sejak dua bulan yang lalu.

Akibatnya, lahan persawahan yang ada di sekitarnya ikut mengalami kekeringan dan puso (gagal panen) pada musim tanam kedua ini.

Embung Sarwadadi tersebut mengairi persawahan di empat desa yaitu Sarwadadi seluas 80 hektare, Wanasaba dan Kubang seluas 45 hektare, dan Sampiran 30 hektare.

Luas embung sendiri mencapai 4,5 hektare yang dapat menampung air sebanyak 131 ribu meter kubik. Kedalamannya bervariasi, mulai 4 hingga 7 meter.

"Embung Sarwadadi ini mengandalkan air hujan dan aliran dari Sungai Cirengas Kabupaten Kuningan. Kalau di sana hujan, di sini kemungkinan masih ada airnya tapi sekarang memang sudah kering sama sekali," ujar petugas penjaga Embung Sarwadadi, Malcolm Muhammad Othery saat ditemui di lokasi, Selasa (9/7/2019).

Kebocoran itu, kata Malcolm, disebabkan faktor musim kemarau dan kebocoran embung terutama di bagian sebelah barat.

Akibatnya, petugas BBWS Cimanuk Cisanggarung sedang memasang batu di setiap sempadan embung.

"Ini kan pinggirnya masih tanah. Jadi sedang dipasang batu. Proyeknya sudah berjalan sebulan. Tujuannya tentu agar mencegah longsor ya," kata dia.

Menurutnya, petani dapat menanam pada musim tanam ketiga dengan mengandalkan air hujan. Sementara musim tanam kedua ini, rata-rata mengalami gagal panen.

Di Kabupaten Cirebon, ada dua penampung air yang dikelola BBWS Cimanuk Cisanggarung yaitu Embung Sarwadadi dan Embung Geyongan.

Diberitakan sebelumnya, hingga pekan pertama bulan Juli kali ini, sedikitnya lebih dari 5.000 hektare sawah di Kabupaten Cirebon terancam kekeringan.

Dari 5.000 hektare itu, seluas 1.144 ha termasuk kategori yang telah mengalami kekeringan pada musim kemarau ini.

Dari jumlah tersebut di antaranya seluas 726 ha merupakan kategori ringan, 196 hektare sedang, dan 135 hektare berat.

“Yang dinyatakan puso (gagal panen) saat ini sudah mencapai 97,5 hektare. Areal sawah yang terancam kekeringan umur padinya beragam. Ada yang baru tanam sampai yang memasuki usia panen, antara 1 sampai 90 hari,” ujar Kadis Pertanian Kabupaten Cirebon, Ali Effendi melalui Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian, Herman Hidayat.

Video dan artikel lainnya klik link berikut: https://www.youtube.com/watch?v=7YRoBNjcsLU&feature=youtu.be
Penulis: Siti Masithoh
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Video Production: Wahyudi Utomo

Penulis: Siti Masithoh
Editor: yudix
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved