TKW Indonesia Dilaporkan Diperkosa Politikus Malaysia, KBRI Mengaku Belum Terima Laporan

Perempuan di atas usia 20-an tahun itu diduga dianiaya di sebuah kediaman di Meru, Perak sehari sebelum laporan dibuat.

TKW Indonesia Dilaporkan Diperkosa Politikus Malaysia, KBRI Mengaku Belum Terima Laporan
Istimewa
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNJABAR.ID, KUALA LUMPUR - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Malaysia belum menerima laporan atau informasi apapun tentang asisten rumah tangga asal RI yang diduga diperkosa oleh anggota Dewan Negara bagian Perak (Exco Perak).

Media Malaysia, Astro Awani mengutip keterangan Juru bicara KBRI mengatakan sejauh ini Kedutaan masih menunggu perkembangan terbaru.

"KBRI akan memberikan perkembangan informasi terkait hal itu dari waktu ke waktu," kata juru bicara KBRI ketika dihubungi Astri Awani, Selasa (9/7/2019).

Media lokal Malaysia melaporkan seorang asisten rumah tangga dari Indonesia membuat laporan polisi pada Senin (9/7/2019), setelah menyatakan dirinya dianiaya majikannya yang juga Exco Perak.

Perempuan di atas usia 20-an tahun itu diduga dianiaya di sebuah kediaman di Meru, Perak sehari sebelum laporan dibuat.

Kasus ini dibenarkan oleh kepala polisi Perak, Razarudin Husain.

Saat ini polisi masih mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan kasus yang bersangkutan sebelum tindakan lebih lanjut diambil.

Sebelumnya juga ketika dihubungi The Star, Kepala Divisi Investigasi Seksual Perempuan dan Anak (D11), Asisten Komisaris Choo Lily mengkonfirmasi kasus ini.

"Ya, sebuah laporan telah dibuat (dalam kasus ini)," katanya, seperti dilansir The Star, Selasa (9/7/2019).

Halaman
12
Editor: Ravianto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved