Tingkatkan Ekonomi Kawasan Segitiga Rebana, Ridwan Kamil Libatkan BUMD Tapi Harus Penuhi Syarat Ini

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, akan menugaskan BUMD untuk ikut mengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Segitiga Rebana (Cirebon-Subang-Kertajati).

Tingkatkan Ekonomi Kawasan Segitiga Rebana, Ridwan Kamil Libatkan BUMD Tapi Harus Penuhi Syarat Ini
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil, Atalia Kamil, dan Kadisbudpar Jabar Dedy Taufik. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhammad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, akan menugaskan BUMD untuk ikut mengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Segitiga Rebana (Cirebon - Subang - Kertajati).

Pengajuan Segitiga Rebana jadi KEK pun masih dalam proses.

Ridwan Kamil meyakini konsep KEK di kawasan tersebut adalah jawaban untuk mendongkrak perekonomian di wilayah Subang, Majalengka, dan Cirebon, juga wilayah sekitarnya.

“Dengan KEK, daya saing mudah, perizinan diurus KEK, enggak bayar pajak ekspor impor. Tahun ini di tiga lokasi, 200 hektare di Pangandaran, 300 hektare di Sukabumi, dan ribuan hektare di Rebana,” katanya di Bandung, Selasa (9/7/2019).

Ini Sejumlah Masjid yang Disebut Ridwan Kamil Berunsur Segitiga, Dua di Antaranya Ada di Bandung

Rencananya kawasan Segitiga Rebana akan berstatus Super KEK. Kawasan itu direncanakan memiliki zona-zona khusus.

“Yang sudah siap ada 10 zona. Kalau 10 zona daftar KEK kan ribet, jadi satu saja ibunya Rebana, anaknya dapat fasilitas,” tuturnya.

Namun mewujudkan super KEK tidak sederhana, karena pengajuan KEK ini harus diajukan oleh pihak swasta.

“Jadi yang Rebana ini kami bikin dulu institusinya, enggak boleh Pemda. Maka BUMD akan kami titipkan bekerja sama dengan pemilik lahan yang 10 zona ini menjadi institusi yang mengajukan permohonan status Rebana sebagai KEK,” katanya.

Ia berjanji berupaya keras karena KEK akan memantik pengaruh luar biasa.

“Kalau Rebana ini berhasil pertumbuhan ekonomi lompat prediksinya dari 5,5 jadi 9 persen. BUMD-nya kemungkinan Jasa Sarana atau Jaswita. Pokoknya yang ngurus properti,” katanya.

Seorang Pria Muda Tewas Ditemukan di Gang Kawasan Cicadas Kota Bandung, Polisi Masih Selidiki

Soal Pakai KK Bodong di PPDB SMA di Jabar, Ridwan Kamil: Kami Batalkan Domisili yang Ngarang-ngarang

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved