Masyarakat Perlu Waspadai Penyakit ISPA dan DBD Selama Musim Kemarau

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, Deni Darmawan menyebut ISPA sering kali menyerang masyarakat saat musim kering.

Masyarakat Perlu Waspadai Penyakit ISPA dan DBD Selama Musim Kemarau
ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN/Tribunnews
Siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar di dalam kelas dengan mengenakan masker di SD Negeri Banyudono, Dukun, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (23/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA- Dinas Kesehatan Purwakarta mewaspadai timbulnya infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) yang menyerang masyarakat pada musim kemarau.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, Deni Darmawan, menyebut ISPA sering kali menyerang masyarakat saat musim kering.

Hal itu karena selama musim kemarau, jalanan atau sekitar rumah warga menjadi kering dan menimbulkan debu yang beterbangan sangat banyak.

"ISPA bisa disebabkan karena paparan debu apalagi masyarakat yang berada di lingkungan perusahaan (pabrik) sangat rawan terserang penyakit tersebut," kata Deni saat ditemui di kantornya, Nagrikaler, Purwakarta pada Selasa (9/7/2019).

Untuk mengurangi serangan ISPA karena debu, ia meminta masyarakat untuk menggunakan masker jika keluar rumah.

Selain itu, warga harus bisa menjaga daya tubuhnya masing-masing agar bisa kuat melawan berbagai macam penyakit.

VIDEO 401 Jemaah Haji Purwakarta Terbang dari Soekarno-Hatta, Paling Muda Usianya 18 Tahun

Polres Gelar Pesta Rakyat di Ujung Selatan Purwakarta, Meski Jauh, Ribuan Warga Datang

Usai melewati musim kemarau yang kering, ucap Deni, masyarakat  tetap waspada dengan penyakit demam berdarah dangue (DBD).

Sebab selama empat bulan ke depan mulai Agustus hingga November, kata Deni, masyarakat juga rawan terserang DBD dampak dari perubahan cuaca.

Pada perubahan musim itu, cuaca akan terbilang lebih lembab dan jentik nyamuk mulai menetas.

Antisipasi paling baik adalah memberantas sarang nyamuk serta jentiknya.

"Salah satu pencegahan yang baik adalah bukan pengasapan (fogging), melainkan pemberantasan sarang nyamuk, pencegahan lebih baik daripada mengobati," ujar dia.

Perlu diketahui, penyakit DBD merupakan penyakit menular, akibat virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini disebabkan oleh salah satu dari empat virus dengue.

Deni menambahkan bahwa masyarakat harus melakukan gerakan menutup, menguras, mengubur dan memantau ( 4M) sebagai antisipasi terserang penyakit tersebut.

Penulis: Haryanto
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved