Kisah Sumiati, Banting Tulang Hidupi Keluarga jadi Cosplay Putri Salju, Sang Suami Kecelakaan

Sumiati (57), warga Kota Bandung ini sehari-hari mengenakan kostum putri salju itu untuk mencari nafkah, Cosplay Putri Salju

Kisah Sumiati, Banting Tulang Hidupi Keluarga jadi Cosplay Putri Salju, Sang Suami Kecelakaan
tribunjabar/syarif pulloh anwari
Sumiati, cosplay putri salju 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Putri salju merupakan kisah dongeng yang disukai anak-anak dari generasi ke generasi. Kini atribut yang melekat pada Putri Salju dimanfaatkan seorang warga Kota Bandung untuk mencari nafkah.

Sumiati (57), warga Kota Bandung ini sehari-hari mengenakan kostum putri salju itu untuk mencari nafkah, istilah zaman sekarang Cosplay Putri Salju.

"Di sini sudah setahun," ujar Sumiati kepada Tribun Jabar di salah satu sudut Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (9/7/2019).

Sekitar pukul 15.00 WIB, Sumiati sambil mengenakan kostum putri salju melambaikan tangannya mengajak ke setiap pengunjung atau wisatawan yang melintas untuk sekadar berfoto bersamanya.

Sumiati mengaku sudah setahun menjadi seorang cosplay, setelah suaminya tak bisa membiayai keluarga lantaran sakit akibat kecelakaan dari sepeda motornya.

Kini ia pun harus banting tulang untuk menghidupi keluarganya untuk keperluan sehari-harinya.

"Untuk memenuhi kebutuhan, dipakai buat makan dan biaya sekolah anak, mau masuk SMP," ujarnya.

Ibu yang memiliki dua anak ini, mengaku perharinya ia bisa mendapatkan uang sebesar Rp 100.000.

6 Pria Narapidana yang Perilakunya Melambai di Lapas Banceuy, Disatukan dalam Satu Sel

Namun menurutnya, pendapatannya itu dikurangi pengeluaran seperti biaya ongkos dari rumah, biaya sewa kostum dan biaya keamanan.

"Pendapatan alhamdulillah dapat Rp 100 ribu kalau hari liburan sekolah, hari biasa kurang dari Rp 100 ribu, semua untuk keperluan sehari hari, Belum lagi bayar untuk biaya ongkos pulang pergi Rp 30 ribu, sewa tempat Rp 25 ribu dan biaya keamanan Rp 20 ribu," ujarnya.

Sumiati menuturkan kostum yang dipakainya itu kalah bersaing dengan para cosplayer lainnya yang lebih menarik. Ia pun menyiasati datang lebih awal sekitar pukul 07.00 WIB.

BREAKING NEWS , Korban Tersangkut di Kolong Kereta Api lalu Terlindas hingga Tewas

"Terus kostum ibu kan sudah tua, kurang peminat, ibu makanya datang dari pagi biar kebagian rezeki kalau malem gak kebagian rezekinya, datang dari pukul 07.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB," ujarnya.

Dibalik kostum putri salju yang memiliki berat kurang lebih 10 kg tersebut, usia Sumiati yang sudah setangah abad itu harus rela menahan pengap, gerah dan panas yang berjuang untuk menghidupi keluarganya itu.

Penulis: Syarif Pulloh Anwari
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved