Jemaah Haji Jabar di Madinah Menginap di Hotel Bintang 4, di Mekkah Menginap di Zonasi Misfalah

Jemaah haji asal Jawa Barat tahun ini akan tinggal di pemondokan dalam satu zonasi di Kota Mekkah, yakni area Misfalah.

Jemaah Haji Jabar di Madinah Menginap di Hotel Bintang 4, di Mekkah Menginap di Zonasi Misfalah
net
Jemaah Haji 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Jemaah haji asal Jawa Barat tahun ini akan tinggal di pemondokan dalam satu zonasi di Kota Mekkah, yakni area Misfalah. Dengan jarak pemondokan antara 500 meter sampai 2.000 meter dari Masjidil Haram, bus salawat disiagakan 24 jam sehari untuk membawa jemaah ke Masjidil Haram atau sebaliknya ke pemondokan.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI Kantor Wilayah Provinsi Jawa Barat, Ajam Mustajam, mengatakan sistem zonasi pemondokan di Mekkah ini baru diberlakukan tahun ini. Diharapkan dengan zonasi satu embarkasi satu area ini, pelayanan haji akan lebih terorganisasi.

Ajam mengatakan pemberangkatan haji dari Jawa Barat masih masuk gelombang satu, artinya pesawat yang membawa jamaah dari Bandara Soekarno Hatta masih mendarat di Bandara Madinah.

Di Madinah, jamaah gelombang satu ini tinggal di area Markaziyah yang berjarak sekitar 500 meter dari Masjid Nabawi. Hotel yang ditinggali jamaah Jawa Barat ini setara hotel bintang empat.

Baru mulai sembilan hari selanjutnya, kata Ajam, jamaah pemberangkatan gelombang satu mulai bergerak ke Mekkah. Mereka akan tinggal dalam satu zona pemondokan, yakni di Misfalah.

"Di Madinah, Mekkah, maupun saat Armina (Arafah-Muzdalifah-Mina), jamaah akan mendapat makanan dua kali sehari yaitu pagi dan sore, kemudian mendapat buah dan snack sekali sehari," kata Ajam saat dihubungi, Selasa (9/6/2019).

Rudjak Ciherang, Jajajan yang Bertahan Selama 94 Tahun, Rasanya Manis, Asem, Pedas, dan Segar

Sistem zonasi ini, katanya, akan dievaluasi kelebihan dan kekurangannya. Pada tahun-tahun sebelumnya, pemondokan jamaah Jabar tersebar di kawasan lainnya dari mulai Bakhutmah, Syisah, sampai Mahbas Jin.

Secara garis besar, katanya, pemberangkatan haji asal Jabar sejak 7 Juli 2019 masih berlangsung lancar. Hanya saja, ada tiga calon haji yang ditunda keberangkatannya dengan alasan kesehatan.

"Mereka dari Kabupaten Bandung, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Cirebon. Mereka dirawat dulu sampai diizinkan oleh petugas kesehatan untuk selanjutnya diterbangkan ke Tanah Suci," katanya.

Halaman
12
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved