Ini Satu di Antara Kunci Eksistensi Toko Luring dari Gempuran Pasar Digital

Henri Hendarta, melakukan inovasi secara terus-menerus akan menjadi salah satu kunci bertahannya gerai luring di tengah gempuran pasar belanja daring

Ini Satu di Antara Kunci Eksistensi Toko Luring dari Gempuran Pasar Digital
Istimewa
Pengundian Program Dobel Bonus yang dilakukan Yogya Grup Minggu (7/7/2019) menjadi salah satu kunci mempertahankan persaingan dengan pasar belanja digital. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pertumbuhan pasar belanja daring seiring terus berkembangnya teknologi belanja digital membuat sejumlah toko luring yang selama ini memiliki pasar yang besar dan diperhitungkan di masa lalu, kian tak berdaya. Bahkan ketidakberdayaan mereka terpaksa harus diakhrii dengan penutupan gerai dan toko akibat sepinya peminat.

Hal ini tentu saja mendapatkan perhatian besar dari para pelaku ritel yang selama ini mengandalkan konsumen tradisional yang menjadi target pasar terbesar mereka dan sudah menjadi konsumen langganan dari tahun ke tahun.

Untuk tetap menjaga loyalitas konsumen dan tetap bertahan dari serbuan pasar digital ini, banyak upaya yang dilakukan oleh sejumlah ritel besar yang masih memiliki daya jaring luas dan masih menjadi pilihan konsumen.

Seperti dilakukan oleh Yogya Group, manajemen ritel yang termasuk salah satu terkuat ini, tidak mau bernasib seperti gerai-gerai besar lain yang tak berdaya menghadapi persaingan pasar. Salah satu upaya yang mereka lakukan adalah dengan terus melakukan inovasi terhadap berbagai lini.

Menurut perwakilan manajemen Yogya Group, Henri Hendarta, melakukan inovasi secara terus-menerus akan menjadi salah satu kunci bertahannya gerai luring di tengah gempuran pasar belanja daring.

Meskipun sebetulnya bagi Yogya Group sendiri, kata Henri, serbuan pasar digital daring tidak terlalu berpengaruh bagi segmen tradisional yang menjadi segmen utama Yogya Group.

"Pengaruh memang ada, tapi kami percaya bahwa masyarakat masih sangat membutuhkan kehadiran pasar offline, karena masih banyak konsumen yang menginginkan barang yang bisa dilihat dan dicoba langsung atau barang yang bisa langsung didapatkan saat itu juga. Jadi kami percaya bahwa segmen pasar offline masih tetap ada," ujar Henri kepada wartawan di kawasan Yogya Kepatihan, Selasa (9/7/2019).

Gelar War No Sing Yes-2, Forum UKM Digital Kreatif Ajak Generasi Milenial Bersatu

Meski demikian, kata Henri, pihaknya tidak akan lengah dan tinggal diam menghadapi persaingan pasar yang terus bergeser ke arah digital ini.

Pihaknya terus melakukan invovasi yang dipercaya menjadi salah satu kunci keberhasilan pasar luring bertahan dari persaingan pasar digital.

Salah satu inovasi yang dilakukan adalah dengan menggelar Program Dobel Bonus.

Jadi Gudangnya Pebisnis Muda Kreatif, DSC Gelar Roadshow Kompetisi di Bandung

Meski program ini telah menjadi program rutin tahunan, namun setiap tahun selalu dimodifikasi dengan berbagai pembaruan yang bisa memberikan kepercayaan kepada konsumen.

"Jika tidak melakukan inovasi yang bisa mengikat konsumen, maka jangan harap bisa bertahan. Maka dari itu, inovasi itu menjadi salah satu kunci bisa bertahan. Program Dobel Bonus kami terus dipertahankan dan diperbarui dari tahun ke tahun," katanya. (*)

Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved