Ingin Hilangkan Label 'Prostitusi', Dolly akan Disulap Jadi Kampung Laundry dan Wisata

Untuk menghilangkan label 'prostitusi' di kawasan Dolly, Pemkot Surabaya berencana menyulap kawasan tersebut menjadi Kampung Laundry dan Kampung Wisat

Ingin Hilangkan Label 'Prostitusi', Dolly akan Disulap Jadi Kampung Laundry dan Wisata
KOMPAS.COM/GHINAN SALMAN
Kawasan Dolly di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya, saat ini sudah berubah wajah setelah dulunya dikenal sebagai kawasan prostitusi atau tempat hiburan malam. 

TRIBUNJABAR.ID, SURABAYA - Untuk menghilangkan label 'prostitusi' di kawasan Dolly, Pemkot Surabaya berencana menyulap kawasan tersebut menjadi Kampung Laundry dan Kampung Wisata.

Sebelumnya, kawasan prostitusi Dolly telah ditutup oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, kawasan Dolly akan dibangun banyak kafe seperti kafe kota tua yang berada di Semarang.

"Selain itu, ada tempat perfilman yang nanti menciptakan Dolly masa lalu dan foto tiga dimensi," kata Eri, Senin (8/7/2019).

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini Digugat Warga yang Mengatasnamakan Kampung Dolly Rp 270 Miliar

Menurut dia, sebagian lahan di kawasan Dolly sudah dibeli Pemkot Surabaya.

Untuk mengembangkan ekonomi kreatif di kawasan eks lokalisasi tersebut, pihaknya mengaku telah bekerja sama dengan ITS dan HIPMI Surabaya.

Dengan adanya sinergi dengan pihak-pihak terkait, ia optimistis Dolly dengan wajah baru akan "hidup" kembali, terutama dari segi ekonomi masyarakatnya.

"Kami sedang bekerja dengan teman-teman ITS dan HIPMI untuk menghidupkan kampung wisata ini. Dolly sekarang sudah berubah total," ujar dia.

Sebelumnya, Kasi Perekonomian Kecamatan Sawahan Abdul Bahri mengatakan, Dolly sudah banyak berubah dan warganya sudah tidak tergantung pada bisnis prostitusi.

Warga Dolly kini telah berhasil merintis berbagai usaha. Pemerintah Kota Surabaya, kata Bahri, akan membuat kawasan Dolly menjadi kampung penatu atau laundry.

Rencana itu sudah dirapatkan bersama jajaran Pemkot Surabaya.

"Jadi kampung laundry itu untuk masyarakat, khususnya warga Dolly. Hasil survei yang kami lakukan, banyak warga yang membuka usaha laundry," ucap Bahri.

Nantinya, konsumen yang ingin mencuci pakaian bukanlah masyarakat setempat. Tetapi, pihak hotel yang meminta warga di kawasan Dolly untuk mencucikan baju.

Ia menyebut, Pemkot Surabaya berencana melakukan kerja sama dengan persatuan hotel se-Surabaya untuk merealisaaikan hal tersebut.

"Jadi yang bekerja masyarakat Dolly, yang me-laundry dari pihak hotel," ujar dia. (Kompas.com/Ghinan Salman)

Belasan PSK Bekas Dolly Mangkal di Kampung Dadap Gili

Bejat, 3 Remaja di Palembang Bantu Teman Cabuli Cewek 14 Tahun, Bawa ke Rumah Kosong dan Suruh Diam

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved