Bali United Dapat Hukuman Berat, Didenda Rp 200 Juta, Ini Gara-garanya

Mulai dari pelanggaran individu alias pemain hingga perilaku buruk suporter telah diberikan hukuman oleh Komdis PSSI.

TRIBUN JABAR/YUDHA MAULANA
(ilustrasi) Bobotoh menyalakan flare saat nonton bareng di Stadion Sidolig menyambut hasil imbang Persib atas Arema Cronus, Minggu (18/12/2016). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Komisi Disiplin (Komdis) PSSI telah merilis hasil sidang pada 5 Juli 2019 terkait pelanggaran yang dilakukan tim-tim pada kompetisi sepak bola di Indonesia.

Komisi Disiplin (Komdis) PSSI telah menyelesaikan sidang terbarunya pada 5 Juli 2019.

Komdis PSSI memutuskan terdapat 11 macam pelanggaran yang dilakukan oleh tim-tim di Indonesia baik Liga 1, Liga 2, maupun Elite Pro Academy U-18.

Mulai dari pelanggaran individu alias pemain hingga perilaku buruk suporter telah diberikan hukuman oleh Komdis PSSI.

Bali United menjadi tim yang mendapatkan hukuman paling berat berupa denda sebesar Rp200 juta.

Hukuman ini didapatkan Serdadu Tridatu akibat ulah suporter yang menyalakan flare lebih dari lima titik saat laga melawan Kalteng Putra di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada 26 Juni 2019.

Adapun hukuman berupa teguran keras diberikan Komdis PSSI kepada pemain Kalteng Putra, Patrich Wanggai, dan asisten pelatih Bali United, Yogi Nugraha.

Wanggai terlibat cekcok dan menghampiri ofisial Bali United saat pertandingan berlangsung.

Sementara Yogi dinilai melakukan protes berlebihan terhadap asisten wasit.

Setingkat di bawah Bali United, Arema FC juga harus membayar denda sebesar Rp150 juta akibat ulah suporter yang menyalakan petasan dan pelemparan botol.

Halaman
123
Editor: Ravianto
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved